Pekerja sosial yang dituduh lakukan kekerasan seksual di Mesir dibebaskan

Aya Hijazi sudah ditahan di penjara Kairo sejak 2014. Hak atas foto Reuters
Image caption Aya Hijazi sudah ditahan di penjara Kairo sejak 2014.

Pekerja badan amal warga AS keturunan Mesir Aya Hijazi dibebaskan oleh pengadilan di Mesir setelah tiga tahun mendekam dalam penjara.

Pekerja amal tersebut dituduh melakukan perdagangan manusia dan melakukan kekerasan seksual pada anak, namun kelompok hak asasi manusia menyebut tuntutan itu bohong.

Para pendukung bersorak ketika Hijazi, 30, suaminya dan enam orang lain dinyatakan tak bersalah.

Kasus yang mendapat banyak perhatian itu menjadi perhatian Gedung Putih, baik saat pemerintahan Obama maupun pemerintahan Trump sekarang.

Aktivis yang mengkampanyekan pembebasan mereka mengatakan bahwa penahanan adalah bukti pembungkaman terhadap masyarakat sipil oleh pemeritah Mesir.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Mohamed Hassanein (kaus putih di kanan), suami Aya Hijazi, dan koleganya merayakan keputusan bebas.

Dakwaan menyebut bahwa Hijazi dan koleganya menyalahgunakan posisi mereka saat bekerja dengan anak jalanan Kairo.

Saat sidang, tim pembela menyatakan bahwa barang bukti sudah dimanipulasi.

Para terdakwa bernyanyi saat meninggalkan gedung pengadilan ke sebuah kendaraan penjara yang akan membawa mereka pada hari-hari terakhir penahanan, menurut kantor berita AFP.

Putusan bebas tersebut dijatuhkan hakim kurang dari dua minggu setelah Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Washington.

Hak atas foto EPA
Image caption Donald Trump dan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi di Gedung Putih pada April.

Kerabat Hijazi mengatakan bahwa pejabat senior AS menyampaikan pada mereka, kasus tersebut dibahas dalam kunjungan tersebut, lapor New York Times.

Tak diketahui apakah kasus tersebut dibahas dalam pertemuan tatap muka antara dua pemimpin negara.

Hijazi besar di Virginia di AS, namun memegang kewarganegaraan ganda dan pindah ke Kairo untuk bekerja dengan anak jalanan saat lulus kuliah.

Dia ditahan bersama suaminya, Mohamed Hassanein, dan para kolega dari Yayasan Beladi Foundation, pada Mei 2014.

Topik terkait