Korea Utara buka opsi 'lakukan serangan nuklir' terhadap Amerika Serikat

Rudal Korea Utara Hak atas foto EPA

Pemerintah Korea Utara memperingatkan mereka akan melakukan serangan nuklir preemptif, jika disimpulkan bahwa Amerika Serikat menyiakan serangan ke negara tersebut.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Han Song Ryol, dalam wawancara dengan wartawan BBC, John Sudworth.

"Jika Amerika Serikat merencanakan serangan militer terhadap kami, maka kami akan merespons dengan serangan nuklir preemtif, sesuai dengan gaya dan metode kami," kata Han.

Menurut Han, senjata nuklir yang dimiliki Korea Utara ditujukan 'untuk melindungi negara' dari ancaman aksi militer AS.

"Jika AS ceroboh dengan melancarkan tindakan militer, itu berarti akan ada perang habis-habisan sejak hari pertama," kata Han.

Pemerintah di Pyongyang menganggap Amerika sebagai agresor.

Han juga mengatakan militer Korea Utara akan melakukan uji rudal setiap minggu, bulan, dan tahun.

Hak atas foto AFP
Image caption Korea Utara menggelar parade militer besar-besaran pada hari Sabtu (15/04).

Sebelumnya, wakil presiden Amerika, Mike Pence, memperingatkan Korea Utara untuk tidak menguji kesabaran Amerika dengan melanjutkan program nuklir.

Pence mengatakan 'era kesabaran strategis' dengan Korea Utara telah berakhir. Ia tiba di ibu kota Korea Selatan pada Minggu (16/04), beberapa jam setelah Pyongyang melakukan uji coba rudal yang berakhir gagal.

"Dalam dua pekan terakhir, dunia menyaksikan kekuatan dan keteguhan presiden baru kami dalam mengambil aksi di Suriah dan Afghanistan," kata Pence, saat berbicara dengan pelaksana presiden Korea Selatan, Hwang Kyo-ahn, hari Senin (17/04).

Ketegangan di kawasan meningkat, ditandai dengan 'perang kata-kata' antara pejabat Amerika dan Korea Utara.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Amerika, Rex Tillerson, memperingatkan terbuka kemungkinan pihaknya 'melakukan aksi militer preemtif' terhadap Korea Utara.

Berita terkait