Rouhani lolos proses seleksi, Ahmadinejad gagal jadi capres Iran

iran Hak atas foto Reuters
Image caption Ahmadinejad dituding mengabaikan imbauan Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei untuk tidak mencalonkan diri lagi sebagai presiden.

Presiden Iran Hassan Rouhani dan pemimpin kubu konservatif, Ebrahim Raisi, dapat bersaing dalam pemilihan presiden bulan depan setelah lolos proses seleksi. Namun, persaingan itu tidak akan diikuti mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Oleh lembaga penyeleksi capres, Ahmadinejad dinyatakan tidak lolos. Alasannya tidak disebutkan, namun saat Ahmadinejad mendaftar sebagai kandidat pekan lalu, dia dituding mengabaikan imbauan Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei.

Tahun lalu, Khamenei mengingatkan Ahmadinejad bahwa berupaya untuk kembali menjadi presiden "tidak menjadi kepentingannya dan negara".

Secara keseluruhan, ada 1.600 orang yang mendaftar untuk menjadi presiden dalam pemilihan 19 Mei mendatang. Jumlah itu akan disaring oleh lembaga penyeleksi dan daftar kandidat akan dirilis pada 27 April.

Hak atas foto EPA
Image caption Rouhani menang mutlak dalam pemilihan presiden pada 2013 lalu.

Meski demikian, beberapa analis memperkirakan pertarungan akan didominasi Rouhani selaku kandidat petahana dan Raisi dari kubu konservatif.

Rouhani terpilih secara mutlak dalam pemilihan tahun 2013 dengan janji kampanye mengakhiri isolasi Iran sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih bebas.

Dua tahun kemudian, di bawah pemerintahannya, Iran sepakat membatasi aktivitas nuklirnya dengan imbal balik pencabutan sanksi ekonomi.

Hak atas foto AFP/ GETTY
Image caption Ebrahim Raisi punya reputasi sebagai pria yang tidak kenal kompromi dalam sejumlah masalah negara.

Sebagai penantang, Raisi tidak bisa diremehkan. Pria yang mengaku keturunan Nabi Muhammad ini punya kubu pendukung setia dan dirumorkan mendapat sokongan dari Ayatollah Ali Khamenei.

Selain Rouhani dan Raisi, kandidat lain yang lolos dari proses seleksi mencakup Mostafa Mirsalim, Wali Kota Teheran Bagher Ghalibaf, Mohammad Mostafa Hashemitaba, dan Wakil Presiden Eshaq Jahangiri.

Topik terkait

Berita terkait