MH370: Analisis baru menguatkan kemungkinan lokasi pesawat

Gambar ini menunjukkan replika dan flaperon betulan yang digunakan untuk analisis pola mengambang. Hak atas foto ATSB
Image caption Gambar ini menunjukkan replika dan flaperon betulan yang digunakan untuk analisis pola mengambang.

Bukti baru menunjukkan bahwa pesawat MH370 Malaysia Airlines kemungkinan berada di utara dari lokasi pencarian utama, menurut ilmuwan Australia.

MH370 menghilang setelah terbang dari Beijing ke Kuala Lumpur dengan 239 penumpang di dalamnya pada 2014.

Australia, Malaysia dan Cina telah menghentikan pencarian pesawat tersebut pada Januari.

Dengan menganalisis model pola mengambang sayap Boeing 777 betulan untuk pertama kalinya, ilmuwan mendukung laporan yang terbit pada Desember lalu mengenai kemungkinan lokasi sebenarnya MH370.

Lokasi itu kira-kira berada sekitar 25.000 kilometer persegi di utara daerah pencarian awal di Samudera Hindia bagian selatan.

"Dengan menguji flaperon (bagian sayap) betulan maka ada tambahan keyakinan akan temuan awal kami soal model mengambang yang dikerjakan," kata Dr David Griffin, dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) Australia.

Model sebelumnya menggunakan replika flaperon yang ditemukan di Pulau Reunion, menurut laporan tersebut.

"Kami menemukan bahwa flaperon yang sebenarnya bergerak 20 derajat ke kiri, dan lebih cepat dari replika, seperti yang kami pikirkan sebelumnya," kata Griffin.

"Maka kehadiran flaperon MH370 di La Reunion pada Juli 2015 kini masuk akal."

Tahun lalu, Menteri Transportasi Australia Darren Chester mengatakan bahwa laporan Desember lalu tidak menjadi dasar bagi pencarian baru karena tidak memberi "lokasi spesifik" pesawat tersebut.

Saat berbicara pada Jumat (21/04), dia mengulang posisi tersebut namun mengatakan bahwa laporannya sudah dikirimkan ke Malaysia untuk dipertimbangkan.

"Malaysia adalah penyelidik utama dan permintaan di masa depan terkait pencarian MH370 akan dipertimbangkan oleh Australia, pada saat itu."

Topik terkait

Berita terkait