Taliban serang pangkalan militer Afghanistan, setidaknya 130 orang tewas

Afghan national Army (ANA) troops keep watch near the site of an ongoing attack on an army headquarters in Mazar-i-Sharif Hak atas foto Reuters
Image caption Para serdadu Afghanistan berjaga di sekitar pangkalan militer dekat Mazar-e-Sharif menyusul serangan itu.

Jumlah yang terbunuh dalam serangan Taliban di sebuah pangkalan militer Afghanistan sejauh ini sudah mencapai lebih dari 130, kebanyakan dari adalah tentara pemerintah.

Pertarungan hari Jumat (21/4) itu berlangsung selama beberapa jam di dekat kota Mazar-e-Sharif di provinsi Balkh di utara Afghanistan.

Gerilyawan Taliban melancarkan serangan terhadap orang-orang yang baru menyelesaikan solat Jum'at di masjid di pangkalan militer itu, dan sebagian lagi di kantin, kata juru bicara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan Taliban mengatakan bahwa merekalah yang melancarkan serangan tersebut dengan menggunakan pembom bunuh diri.

Seorang sumber di lokasi itu mengatakan kepada BBC bahwa jumlah korban tewas bisa terus meningkat lebih jauh.

Para penyerang Taliban mengenakan seragam tentara dan berkendara melewati pos pemeriksaan militer sebelum melancarkan serangan tersebut, kata seorang jurubicara militer.

Juru bicara militer AS John Thomas menggambarkan serangan tersebut sebagai serangan 'besar,' namun dia memuji pasukan komando Afghanistan karena telah 'menumpas kekejian.'

Pangkalan militer di Mazar-e-Sharif merupakan markas Korps ke-209 Tentara Nasional Afghanistan, yang bertanggung jawab untuk mengamankan sebagian besar wilayah Afghanistan utara, termasuk provinsi Kunduz - yang baru-baru ini didera pertempuran berat.

Dilaporkan, sejumlah tentara Jerman dan tentara asing lainnya juga bermarkas di sana.

Bulan lalu sekitar 50 orang dilaporkan tewas ketika gerilyawan yang diyakini berasal dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS melancarkan serangan ke sebuah rumah sakit militer di Kabul dengan senjata api, granat dan pisau.

Pada bulan Maret iu juga, Taliban mengatakan bahwa mereka telah berhasil merebut distrik Sangin yang dianggap penting di selatan Afghanistan, setelah melalui pertempuran yang berlangsung setahun penuh.

Berita terkait