Beredar video tentang tentara Mesir diduga membunuh dua tahanan Sinai

Sejak beberapa tahun, militer Mesir telah melancarkan berbagai operasi anti-teror di Semenanjung Sinai. Hak atas foto Getty Images
Image caption Sejak beberapa tahun, militer Mesir telah melancarkan berbagai operasi anti-teror di Semenanjung Sinai.

Sebuah video menunjukkan dugaan rekaman tentara Mesir menembak mati tahanan tak bersenjata di wilayah utara Sinai, tempat militer melakukanoperasi anti-teror.

Rekaman yang belum terverifikasi itu menunjukkan para petugas militer menata ulang peristiwanya untuk membuatnya tampak seolah-olah akibat baku tembak.

Tentara diperlihatkan menempatkan senjata di samping mayat.

Sebuah situs berita pro-pemerintah mengatakan bahwa video tahun 2016 itu merupakan sebuah rekayasa.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari militer Mesir. Akhir tahun lalu mereka merilis rekaman yang tampaknya berasal dari insiden yang sama, dengan mengatakan telah menumpas "sel teroris berbahaya" setelah terjadi baku tembak sengit.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan telah menganalisis rekaman tersebut. Disebutkan, rekaman itu menunjukkan "pembunuhan berdarah dingin," yang harus segera diselidiki oleh pihak berwenang Mesir.

Rekaman yang muncul pada hari Kamis itu tampaknya difilmkan dengan sebuah ponsel dan telah disiarkan di Mekameleen TV, sebuah stasiun yang mendukung Ikhwanul Muslimin yang dilarang.

Dalam rekaman itu tampak dua tahanan ditembak pada jarak dekat oleh tentara Mesir.

Satu orang sudah berada di tanah saat dia ditembak empat kali. Tak lama kemudian, sebatang senapan tergeletak di sisinya.

Seorang pria muda, yang tampak tidak bersenjata, ditutup matanya dan diinterogasi sebentar sebelum akhirnya ditembak mati.

Sejak bertahun-tahun pasukan Mesir melakukan serangan terhadap militan Islam di semenanjung Sinai, tempat aktifnya kelompok yang berafiliasi kepada yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Namun, Najia Bounaim, direktur kampanye Amnesty International untuk Afrika Utara, mengatakan bahwa terjadi 'pola yang meresahkan,' dalam eksekusi di luar hukum di lapangan.

Amnesty juga menyerukan dilakukannya penyelidikan atas kematian enam orang yang diduga dibunuh dalam tahanan polisi di Sinai Utara, Januari lalu.

 

Awal bulan ini, Presiden Abdul Fattah al-Sisi memerintahkan pengerahan militer ke seluruh Mesir setelah terjadinya serangan bom terhadap orang-orang Kristen Koptik pada Minggu Palem, yang menewaskan puluhan orang.

ISIS mengaku berada di balik ledakan tersebut.

Bulan lalu, dilaporkan 10 tentara Mesir tewas oleh dua ledakan bom pinggir jalan saat mereka melakukan serangan terhadap militan jihad di semenanjung Sinai.

Lalu bulan Februari, lima tentara dilaporkan tewas alkibat ledakan bom pinggir jalan di Sinai.

Presiden Sisi memerintahkan pemimpin militer dan polisi "untuk sepenuhnya memberantas terorisme di Sinai dan menumpas serangan terhadap warga sipil atau untuk merusak kesatuan nasional" sebagai tanggapan atas kasus pembunuhan bulan Februari.

Berita terkait