Korea Utara 'menahan seorang pria AS'

korea utara Hak atas foto Reuters
Image caption Ketegangan di semanjung Korea makin meningkat dengan diwarnai parade militer Korut.

Seorang warga negara Amerika Serikat telah ditahan di Korea Utara ketika dia mencoba meninggalkan negara tersebut, demikian laporan media Korea Selatan.

Pria itu diidentifikasi hanya dengan nama keluarganya, yaitu Kim, dan diperkirakan berusia sekitar 50 tahun.

Dia adalah warga Amerika Serikat ketiga yang ditahan oleh Korea Utara. Satu orang telah dijatuhi hukuman karena melakukan kegiatan mata-mata, sementara satu orang lainnya dihukum karena berusaha mencuri plang propaganda di sebuah hotel.

Kim ditangkap di Bandara Internasional Pyongyang, kata Yonhap.

Kasus penahanan warga AS ini terjadi di tengah ketegangan di semenanjung Korea, yang ditandai antara lain melalui pengerahan armada angkatan laut AS yang menuju semenanjung Korea, sebagai jawaban atas program nuklir Korea Utara.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap mengatakan bahwa warga AS yang ditahan itu berusia 50-an tahun. Dia adalah mantan profesor di Universitas Yanbian di Cina dan telah berada di Korea Utara selama sebulan terkait kegiatan program bantuan.

Korea Utara kemudian menyikapinya dengan menggelar pawai militer denganyang memamerkan perangkat persenjataan terbarunya.

Hak atas foto AP
Image caption Kim Dong-chul dihukum melakukan kerja paksa selama 10 tahun.

Pada Januari 2016, seorang mahasiswa AS Otto Warmbier, 21 tahun, ditangkap karena mencoba mencuri plang propaganda dari sebuah hotel saat berkunjung ke Korea Utara.

Dia dikenai hukuman kerja paksa selama 15 tahun karena dianggap melakukan kejahatan terhadap negara pada bulan Maret 2016.

Pada bulan April tahun lalu, Kim Dong-chul, seorang warga negara AS berusia 62 tahun - yang lahir di Korea Selatan - dihukum kerja paksa selama 10 tahun karena dituduh melakukan kegiatan mata-mata. Dia ditangkap pada Oktober 2015.

Pemerintah AS sebelumnya menuduh Korea Utara menahan warganya untuk menggunakannya sebagai pion.

Setelah saudara laki-laki pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dibunuh di Malaysia, seorang warga Malaysia di Pyongyang ditangkap dan ditahan. Dia dijanjikan akan dilepaskan apabila sejumlah warga Korea Utara - yang diduga terlibat pembunuhan tersebut - dibebaskan oleh Kuala Lumpur.

Berita terkait