Partai kanan AfD tetapkan 'Islam tak cocok dengan budaya Jerman'

Alice Weidel (kiri) and Alexander Gauland (kanan) akan memimpin AfD dalam pemilu Jerman September mendatang. Hak atas foto EPA
Image caption Alice Weidel (kiri) and Alexander Gauland (kanan) akan memimpin AfD dalam pemilu Jerman September mendatang.

Diwarnai aksi 15.000 pengunjuk rasa dari kalangan kiri, dalam kongres di kota Koeln, partai kanan Alternatif fuer Deutschland (AfD: Alternatif bagi Jerman) menetapkan bahwa Islam tidak cocok dengan budaya Jerman

Kongres juga menetapkan sikap partai untuk mencoret kewarganegaraan imigran yang melakukan tindak pidana berat.

Partai anti imigran yang juga dianggap anti Islam ini memutuskan pula untuk terjun pertama kalinya dalam pemilihan umum September mendatang.

Kongres juga memilih dua tokoh berbeda generasi sebagai pemimpin baru mereka. salah satu pendiri AfD, Alexander Gauland, 76 tahun, bersama dengan pakar ekonomi berusia 38 tahun, Alice Weidel akan bersama memimpin AfD mencari kursi di parlemen.

Mereka akan menggantikan Frauke Petry, yang menyatakan tak akan ambil bagian. Ia menderita pukulan berat karena gagasannya untuk mengarahkan AfD jadi lebih moderat, ditolak mentah-mentah.

Frauke Petry ingin agar AfD berkoalisi dengan partai lain dan menolak pandangan ekstremis, namun para delegasi di kongres partai di Koeln menolak untuk bahkan sekadar memperdebatkan mosi tersebut.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pemimpin AfD sekarang, Frauke Petry mencoba memoderatkan partai, tapi ditolak mentah-mentah.

Kongres yang berlangsung hari Sabtu itu juga diwarnai bentrokan antara polisi dan sebagian dari 15.000 pengunjuk rasa yang berkumpul di luar kongres.

Didirikan pada tahun 2013, AfD meraih popularitas seiring gelombang penolakan terhadap kebijakan pintu terbuka Kanselir Jerman Angela Merkel terhadap para pengungsi, pada tahun 2015 .

Partai in berusaha memasuki parlemen nasional untuk pertama kalinya dalam pemilihan bulan September, namun jajak pendapat menunjukkan popularitas AfD mengalami penurunan tajam.

Hak atas foto AFP
Image caption Jajak pendapat menunjukkan, AfD yang sempat menanjak menyusul krisis pengungsi, kini menurun popularitasnya.

Dalam kongres ini, para delegasi menyepakati sejumlah program partai yang akan disuarakan dalam pemilihan umum mendatang.

Antara lain agar Islam diyatakan tidak sesuai dengan budaya Jerman.

Program lain adalah mengusahakan undang-undang yang mencabut paspor warga negara Jerman berlatar pendatang jika dihukum karena melakukan pidana berat.

Alexander Gauland dipandang sebagai pendukung tokoh senior AfD Bjoern Hoecke, yang belum lama ini membangkitkan kemarahan luas karena mengatakan bahwa warga kulit putih Jerman tidak akan senang kalau bertetangga dengan seorang pesepakbola Jerman yang berkulit hitam.

Gauland sendiri memprovokasi kontroversi dengan mengatakan tahun lalu bahwa orang Jerman tidak menginginkan pesepakbola Jerman hitam sebagai tetangga. Gauland mengatakan, pernyataan itu mencerminkan pandangannya juga.

Berita terkait