Siapa warga AS yang ditangkap di Korea Utara?

Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang, tempat Kim mengajar untuk beberpaa pekan sebelum ditangkap. Hak atas foto PUST
Image caption Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang, tempat Kim mengajar untuk beberpaa pekan sebelum ditangkap.

Sebuah universitas Korea Utara mengumumkan bahwa warga AS yang ditahan aparat negeri itu pada hari Sabtu lalu adalah Kim Sang-duk, juga dikenal sebagai Tony Kim.

Warga Amerika keturunan Korea itu mengajar di Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang selama beberapa minggu sebelum ditangkap.

Investigasi terhadap Kim 'tidak ada urusan apa pun' dengan universitas, kata mereka dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

Kim ditangkap saat hendak meninggalkan Pyongyang.

Pihak berwenang Korea Utara belum menyebutkan alasan penangkapan tersebut.

Menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap, Kim, yang umurnya sekitar 50-an tahun, terlibat dalam berbagai program bantuan dan berada di Korea Utara untuk membahas kegiatan bantuan kemanusiaan.

Dia dilaporkan mengajar di Universitas Sains dan Teknologi Yanbian di China, yang berafiliasi dengan universitas di Pyongyang itu. Panggilan telepon wartawan BBC ke Yanbian tidak dijawab.

_____________________________________________________________

Kronologi ketegangan terbaru AS-Korut

  • 8 April: Militer AS memerintahkan unit tempur Angkatan Laut bergerak ke Semenanjung Korea
  • 11 April: Korea Utara mengatakan akan mempertahankan diri dengan 'kekuatan senjata yang berpengaruh'
  • 15 April: Parade militer besar-besaran di Pyongyang -dengan pameran rudal- mengenang 150 tahun Kim Il-sung. Sementara Wapres AS, Mike Pence, tiba di Korea Selatan.
  • 16 April: Korea Utara melakukan uji coba roket, namun gagal
  • 17 April: Pejabat Korea Utara mengatakan kepada BBC bahwa mereka akan melanjutkan uji coba rudal 'setiap minggu,' Mike Pence memperingatkan Korut agar tidak 'menguji' Presiden Donald Trump.
  • 18 April: Unit tempur Angkatan Laut AS dikabarkan menuju ke semenanjung Korea

_____________________________________________________________

Rektor Universitas di Pyongyang, Park Chan-mo, dikutip oleh kantor berita Reuters mengatakan bahwa Kim "terlibat dengan beberapa kegiatan lain di luar universitas seperti membantu panti asuhan."

Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka mengetahui adanya penahanan itu, namun tidak berkomentar lebih lanjut karena 'pertimbangan privasi,' lapor media AS.

Belakangan, ketegangan meningkat di semenanjung Korea, dengan kapal perang AS sempat dikabarkan dikerahkan ke wilayah tersebut, dan Pyongyang mengancam akan melakukan "serangan pendahuluan yang super kuat".

Warga AS ketiga yang ditahan

Media pemerintah Cina melaporkan bahwa pada hari Senin (24/4) ini Presiden Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump berbicara lagi di telepon lagi.

Pihak AS belum mengkonfirmasi laporan itu.

AS di masa lalu menuduh Korea Utara menahan warga negara mereka sebagai sandera. Kim adalah satu dari tiga warga AS yang saat ini ditahan oleh Korea Utara.

Hak atas foto Reuters
Image caption Warga AS lain, Otto Warmbier, ditangkap Korea Utara, pada Januari 2016

Pada bulan April tahun lalu, Kim Dong-chul, seorang warga negara AS berusia 62 tahun kelahiran Korea Selatan, dihukum 10 tahun kerja paksa dengan dakwaan mata-mata.

Mahasiswa AS Otto Warmbier, 21, ditangkap Januari tahun lalu karena berusaha mencuri tanda propaganda dari sebuah hotel saat berkunjung ke Korea Utara.

Bulan Maret 2016, dia dihukum kerja paksa selama 15 tahun untuk kejahatan terhadap negara..

Berita terkait