Cina luncurkan kapal induk pertama buatan dalam negeri

Kapal induk Cina Hak atas foto Reuters
Image caption Media pemerintah Cina merilis foto peluncuran kapal induk.

Cina mengatakan telah meluncurkan kapal induk pertama buatan dalam negeri yang dinilai sebagai sinyal terbaru tentang peningkatan kekuatan militernya di tengah ketegangan di kawasan Asia.

Kapal induk yang namanya tidak disebutkan itu diluncurkan di Dalian, pelabuhan di Cina timur laut yang menjadi tempat pembuatan kapal. Laporan-laporan sebelumnya menyebutkan kapal induk baru ini akan mulai dioperikan pada 2020.

Selama ini Cina hanya mempunyai satu kapal induk yang beroperasi, Liaoning, yang dibeli dari Ukraina dan telah dimodifikasi.

Kapal baru buatan dalam negeri Cina akan membawa pesawat tempur Shenyang J-15. Namun menurut para pengamat, sebagaimana dilaporkan oleh wartawan BBC di Cina Stephen McDonell, kapal induk ini secara teknologi masih berada di bawah 10 kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kapal induk pertama buatan dalam negeri Cina dirancang di Dalian.

Bagaimanapun, lapor McDonell, kapal induk baru disebut-sebut jauh lebih baik dibandingkan Liaoning, yang dibuat lebih dari 25 tahun lalu, sebuah kapal bekas Soviet yang dibeli Cina dari Ukraina.

Berita tentang peluncuran kapal induk Cina muncul di tengah retorika panas antara Korea Utara dan Amerika Serikat selama hari-hari terakhir terkait dengan program nuklir Korea Utara.

Korea Utara semakin sering melakukan uji coba rudal dan nuklir selama beberapa tahun belakangan, meskipun dikritik dan bahkan dikenai sanksi oleh PBB.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kapal induk Liaoning diikutkan dalam latihan militer di Pasifik Barat pada Desember 2016.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Korea Utara sebagai ancaman, tidak hanya bagi AS tetapi juga negara-negara tetangga di kawasan Asia.

Belakangan Amerika Serikat mengerahkan kapal perang dan kapal selam ke Semenanjung Korea. Langkah ini semakin membuat Korea Utara marah. Adapun Cina sebagai sekutu terdekat telah meminta agar semua pihak menahan diri.

Cina juga terlibat sengketa beberapa wilayah di Laut Cina Selatan. Negara itu terus meningkatkan aktivitas militer di wilayah yang diperebutkan sejumlah negara tersebut dan telah memicu kekhawatiran di kawasan.

Topik terkait

Berita terkait