Presiden Trump ingin perketat sanksi ekonomi atas Korut

AS, Gedung Putih Hak atas foto AFP
Image caption Semua 100 anggota Senat dibawa dengan bus ke Gedung Putih untuk mendapat pengarahan tentang Korea Utara.

Amerika Serikat ingin mengetatkan sanksi ekonomi atas Korea Utara sekaligus meningkatkan upaya diplomatik untuk menekan negara itu agar menghentikan program nuklir dan rudalnya.

Strategi Presiden Donald Trump itu diumumkan setelah seluruh 100 anggota Senat diberi pengarahan khusus dengan dibawa menggunakan bus ke Gedung Putih, sebuah langkah yang tidak biasa di AS.

Pengarahan pada Senat ini ditempuh di tengah meningkatnya ketegangan akhir-akhir ini antara Washington dan Pyongyang terkait uji coba rudal dan nuklir Korea Utara.

"Amerika Serikat mencari stabilitas dan denuklirisasi di Semenanjung Korea," sebut pernyataan bersama Menteri Luar Negeri, Rex Tillerson, dan Menteri Pertahanan, Jim Mattis, serta Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats.

"Kami tetap terbuka untuk perundingan yang mengarah pada tujuan itu. Bagaimanapun kami tetap siap mempertahankan diri kami dan sekutu-sekutu kami."

Korea Utara saat ini sedang menghadapi sanksi PBB terkait dengan program senjatanya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kim Jong-un sudah menyatakan Korea Utara akan tetap meneruskan uji coba nuklir dan rudal.

Sebelumnya, Panglima Komando Pasifik Amerika Serikat mengatakan sistem pertahanan rudal di Korea Selatan bertujuan untuk membuat pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, 'menggunakan akal'.

Kepada Kongres Amerika Serikat, Laksamana Harry Harris, menjelaskan AS akan siap dengan 'teknologi terbaiknya' untuk mengalahkan ancaman rudal Korea Utara.

Pemerintah Washington juga sudah mengerahkan satu armada yang dipimpin kapal induk USS Carl Vinson ke Semenanjung Korea.

Cina mengatakan sistem pertahanan rudal Thaad -yang siap beroperasi dalam beberapa hari mendatang- akan menciptakan ketidakstabilan di kawasan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, menerbitkan foto tentang latihan penembakan besar-besaran, Selasa 25 April.

Laksamana Harris juga mengungkapkan keyakinan bahwa Korea Utara akan berupaya menyerang Amerika Serikat begitu mereka memiliki kemampuan militer untuk itu.

"Dengan setiap uji coba, Kim semakin dekat ke tujuannya, yaitu menggunakan senjata nuklir ke kota-kota Amerika Serikat," tuturnya kepada Komite Angkatan Bersenjata AS menjelang pertemuan pemerintahan Trump dengan Senat di Gedung Putih.

"Seperti sudah dikatakan Trump dan Mattis (Menteri Pertahanan), semua pilihan ada di meja."

Hak atas foto Reuters
Image caption Laksamana Harris mengatakan keyakinan bahwa Korea Utara akan menyerang AS begitu memikiki kemampuan militer untuk itu.

Menurut Laksamana Harris, hubungan antara Presiden Donald Trump dengan Presiden Cina, Xi Jinping, tetap 'positif dan membesarkan hati'.

Cina -yang merupakan sekutu utama Korea Utara- meluncurkan kapal induk keduanya pada Rabu (26/04). Kapal yang belum diberi nama itu menandai kekuatan militernya yang berkembang.

Presiden Trump mendesak Cina untuk lebih menekan Korea Utara, yang sudah menyatakan akan tetap meneruskan uji coba rudal dan nuklirnya.

Berita terkait