Kapal mata-mata Rusia tenggelam di lepas pantai Turki

Kapal Liman Hak atas foto Reuters
Image caption Kapal mata-mata Rusia, Liman, tampak melewati Selat Bosphorus pada Oktober 2016.

Satu kapal mata-mata Rusia, Liman, tenggelam di lepas pantai Turki setelah bertabrakan dengan kapal barang, kata pihak berwenang Turki.

Otorita Laut Turki menyebutkan dalam pernyataannya pada Kamis (27/04) bahwa seluruh 78 awak kapal yang berada di kapal Liman berhasil dievakuasi dengan selamat.

Laporan-laporan menyebutkan kapal Liman bertabrakan dengan kapal barang Youzarsif H, sekitar 29 kilometer dari kota Kilyos, Turki, dan tenggelam pada pukul 14:48 waktu setempat.

Media Turki melaporkan kapal mata-mata Rusia menabrak kapal barang berbendera Togo yang mengangkut ternak.

Rusia sudah membenarkan bahwa lambung kapal Liman, yang menjadi bagian dari Armada Laut Hitam, mengalami lubang dan para awak berusaha membuat kapal tetap terapung.

Armada Laut Hitam Rusia melewati Selat Bosphorus dalam rangka misi-misi ke wilayah Laut Tengah, khususnya Suriah.

Penyebab tabrakan sejauh ini belum diketahui secara pasti tetapi lokasi kejadian dilaporkan diselimuti kabut pada saat itu.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim sudah menelepon sejawatnya dari Rusia, Dmitry Medvedev, untuk menyampaikan dukacita atas tabrakan itu, demikian dikatakan oleh sumber-sumber di kantor perdana menteri Turki sebagaimana dikutip oleh kantor berita Reuters.

Hak atas foto SEDAT SUNA/EPA
Image caption Kapal patroli Turki melakukan patroli di dekat lokasi tenggelamnya kapal mata-mata Rusia.

Menurut Armada Laut Hitam Rusia, awak kapal Rusia telah mengikuti semua peraturan pelayaran dan manuver dan mengisyaratkan bahwa kecelakaan mungkin dipicu oleh kapal lain, lapor kantor berita Rusia, Interfax.

Mantan komandan Armada Laut Hitam, Laksamana Viktor Kravchenko, mengatakan kepada Interfax bahwa kejadian itu "tidak biasa".

"Sebelumnya pernah terjadi tabrakan-tabrakan tetapi saya tidak ingat kasus seperti ini yang melibatkan kapal (lain) ... kapal perang (kami) tenggelam setelah tabrakan."

Topik terkait

Berita terkait