Larangan terbatas burka di Jerman disetujui Majelis Rendah

Burka Hak atas foto Reuters
Image caption Jerman tidak sampai melarang total pemakaian burka karena langkah itu melanggar konstitusi.

Majelis Rendah Parlemen Jerman menyetujui rancangan undang-undang yang melarang terbatas pemakaian burka bagi pegawai negeri, hakim, dan tentara di lingkungan kerja mereka.

RUU itu selanjutnya akan dibahas di tingkat Majelis Tinggi sebelum disahkan menjadi undang-undang.

Meskipun partai-partai kanan berusaha agar diberlakukan larangan pemakaian burka di tempat-tempat umum, RUU ini tidak sampai mencakup larangan total.

Mereka menginginkan Jerman meniru Prancis yang memberlakukan larangan pemakaian burka di tempat-tempat umum. Namun pemerintah berpendirian jika larangan total diberlakukan maka langkah tersebut akan melanggar konstitusi.

Hak atas foto AFP
Image caption Stasiun televisi ARD baru-baru ini dikritik karena mengizinkan seorang perempuan Swiss mengenakan niqab dalam debat televisi.

Burka, yang menutupi seluruh kepala dan tubuh perempuan, menjadi isu panas di Jerman setelah terjadi sejumlah serangan teror belakangan, termasuk serangan truk di sebuah pasar Natal di Berlin yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia.

Lebih dari satu juta pendatang, banyak di antara mereka berasal dari negara-negara Timur Tengah, ditampung Jerman dalam 18 bulan terakhir. Mereka pada umumnya melarikan diri dari peperangan atau kesulitan ekonomi.

Hak atas foto EPA
Image caption Sejumlah negara melarang pemakaian burka di tempat-tempat umum.

Dalam kongres partai pada Desember 2016, Kanselir Angela Merkel menyerukan larangan penutup muka secara penuh selama tidak melanggar hukum.

Merkel beralasan dalam kebudayaan Jerman tidak pantas bagi perempuan untuk menutup penuh muka mereka, seperti yang dilakukan oleh sebagian perempuan Muslim ketika mengenakan burka.

Pada Februari lalu, Negara Bagian Bavaria mengumumkan rencana untuk melarang niqab di kantor-kantor pemerintah, sekolah, perguruan tinggi dan di jalan umum ketika berkendara.

Kalangan yang menentangnya mengatakan larangan itu tidak akan banyak gunanya karena hanya sedikit warga Muslim di Bavaria.

Selama beberapa tahun terakhir, jumlah negara Eropa yang memberlakukan larangan niqab bagi perempuan Muslim bertambah.

Prancis, Austria, Belgia dan Turki menerapkan larangan di tempat-tempat umum tertentu.

Ada pun di sejumlah negara lain pemerintah daerah menerapkan larangan seperti di Denmark, Rusia, Spanyol dan Swiss. Belanda sedang menyiapkan peraturan nasional.

Topik terkait

Berita terkait