Trump undang Duterte berkunjung ke Gedung Putih

duterte Hak atas foto EPA
Image caption President Rodrigo Duterte (kanan) berbincangd dengan Donald Trump melalui telepon.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menerima undangan mengunjungi Gedung Putih setelah melakukan perbincangan yang "sangat bersahabat" dengan Presiden Donald Trump melalui telepon.

Kedua pemimpin negara itu membahas langkah kontroversial Duterte dalam memerangi narkoba, yang menewaskan lebih dari 7.000 orang selama beberapa bulan terakhir.

Mereka juga sempat berbincang soal krisis di Semenanjung Korea.

Menurut Gedung Putih, Trump "menikmati perbincangan" tersebut dan telah mengundang Duterte—walau belum memastikan tanggal.

Kunjungan Duterte, sebagaimana dipaparkan Gedung Putih, merupakan peluang "untuk membahas pentingnya aliansi Amerika Serikat-Filipina yang kini menuju arah sangat positif."

Hak atas foto Reuters
Image caption Menurut Gedung Putih, Trump "menikmati perbincangan" tersebut dan telah mengundang Duterte

Duterte sejatinya dijadwalkan bertemu dengan Barack Obama saat pria itu masih menjabat presiden AS. Namun, pertemuan dibatalkan setelah Duterte menyebut Obama "anak pelacur".

Perkataan Duterte itu merupakan ungkapan kekecewaan karena AS di bawah pemerintahan Obama mengecam taktik Filipina dalam memerangi perdagangan narkoba. Dia juga menyebut Washington sebagai sekutu yang tidak dapat diandalkan.

"Bukannya membantu kita, yang pertama mengecam justru adalah departemen luar negeri AS. Jadi Anda dapat pergi ke neraka saja, Obama. Silakan Anda pergi ke neraka," kata Duterte ketika itu.

Dalam kesempatan lain Duterte memperingatkan lagi: "Nantinya mungkin, sewaktu saya menjabat, saya akan putuskan hubungan dengan Amerika. Dan saya mungkin lebih suka berhubungan dengan Rusia dan Cina."

Berita terkait