Presiden Trump 'akan merasa terhormat' bertemu Kim Jong-un

Presiden Donald menganggap pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sebagai orang yang cerdik. Hak atas foto Getty Images
Image caption Presiden Donald menganggap pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sebagai orang yang cerdik.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku 'akan merupakan kehormatan' untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam kesempatan yang tepat.

"Jika merupakan hal yang baik bagi saya untuk bertemu dengannya, saya akan - tentu saja menemuinya. Saya akan merasa terhormat untuk melakukannya," katanya kepada lembaga pemberitaan Bloomberg, Senin (01/05).

Sehari sebelumnya ia menggambarkan Kim sebagai "lelaki yang cerdik."

Sementara itu ketegangan seputar program nuklir Korea Utara terus meningkat.

Gedung Putih mengeluarkan sebuah pernyataan menyusul ucapan Trump, dengan mengatakan bahwa Korea Utara perlu memenuhi banyak persyaratan agar pertemuan antara kedua pemimpin dapat berlangsung.

Juru bicara Sean Spicer mengatakan Washington ingin agar Korea Utara segera menghentikan berbagai perilaku provokatif mereka.

"Persyaratan yang dibutuhkan jelas tidak ada saat ini," tambahnya.

Dalam wawancara hari Minggu dengan CBS, Presiden Trump mencatat bahwa Kim mulai memangku kekuasaan sejak usia muda, walaupun berhadapan dengan 'sejumlah orang yang sangat sulit.'

Dia mengatakan bahwa dia 'tidak tahu' apakah Kim itu waras.

Pemimpin Korea Utara itu telah mengeksekusi pamannya sendiri dua tahun setelah dia berkuasa, dan dicurigai memerintahkan pembunuhan saudara tirinya baru-baru ini di Malaysia, yang melibatkan seorang perempuan Indonesia.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Kim Jong-un menyaksikan peragaan kemampuan militer Korea Utara.

 

Saat ditanya dalam wawancara CBS, apa pendapatnya tentang pemimpin Korea Utara itu, Presiden Trump mengatakan: "Orang-orang berkata: 'Apa dia waras?' Saya tidak tahu ... tapi dia adalah seorang pemuda berusia 26 atau 27 tahun ... ketika ayahnya meninggal. Dia berurusan dengan orang-orang yang jelas sangat sulit, khususnya para jenderalnya."

"Dan pada usia yang sangat muda, dia dapat mengambil kekuasaan. Banyak orang, saya yakin, mencoba merebut kekuasaan itu, entah itu pamannya atau orang lain. Namun dia bisa bertahan di kekuasaannya. Jelas, dia orang yang sangat cerdik," kata Trump.

Pada hari Sabtu Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik kedua dalam dua pekan, yang kembali gagal.

Ketegangan di wilayah ini meningkat akhir-akhir ini: baik Korea Utara maupun Korea Selatan sama-sama melakukan latihan militer.

AS mengirim kapal perang ke wilayah tersebut dan pekan lalu mulai memasang sistem anti-rudal kontroversial di Korea Selatan.

Pada hari Minggu, sebuah artikel di kantor berita pemerintah Pyongyang KCNA mendesak AS untuk 'merenungkan konsekuensi berat yang diakibatkan oleh provokasi militer mereka yang bodoh.'

Korea Utara telah berulang kali melakukan uji coba rudal dalam beberapa bulan terakhir dan mengancam untuk melakukan uji coba nuklir keenam.

Presiden Trump mengatakan kepada CBS bahwa AS 'tidak akan sangat senang' jika uji coba lebih lanjut dilakukan. Ketika ditanya apakah itu berarti tindakan militer, dia berkata: "Saya tidak tahu. Maksud saya, kita lihat saja nanti."

Berita terkait