Ahli sejarah Perang Saudara AS tanggapi komentar Trump

Trump-Jackson Hak atas foto Getty Images
Image caption Trump sebelumnya telah menunjukkan kekagumannya kepada Jackson.

Presiden Trump telah menimbulkan kontroversi karena merevisi sejarah Perang Saudara, dengan berkata kepada jurnalis Salena Zito dalam sebuah wawancara bahwa Andrew Jackson, Presiden AS ke tujuh, dapat mencegah perang itu terjadi dan bahwa Jackson "marah" mengetahui hal itu.

Jackson, pemimpin yang kuat dan memiliki budak, diangkat menjadi presiden pada 1829. Dia tewas 16 tahun sebelum perang dimulai.

Kami menanyakan kepada tiga ahli sejarah Perang Saudara terkemuka - David Blight dari Yale; Judith Geisberg dari Villanova University, dan Jim Grossman dari American Historical Association - untuk mengurai komentar Trump, kalimat per kalimat.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Medan perang di Gettysburg, Pennsylvania, setelah peperangan yang paling berdarah di Perang Saudara AS.

TRUMP: [Jackson] adalah seorang jagoan... Orang di Tennessee menyukai Andrew Jackson.

Giesberg: Trump menyukai Jackson. Ini bukan pertama kali dia memuji Jackson. Dia melihatnya sebagai sesama populis, orang yang berjanji mengembalikan Gedung Putih kepada rakyat.

Grossman: Ada sebuah gagasan bersama dari apa yang dimaksud dengan kepemimpinan. Sesuatu yang saya kira keduanya pandang sebagai sesuatu yang sangat 'pria'. Mengetahui bagaimana mendapatkan apa yang anda inginkan dengan mendorong orang sejauh mungkin, daripada menciptakan konsensus.

Blight: Jackson memiliki pendekatan yang kuat terhadap kepresidenan, dia memperkuat kekuasaan eksekutif, dan saya curiga Trump menyukainya. Jackson dipandang sebagai anggota militer yang tangguh. Namun Trump bukan anggota militer.

Giesberg: Trump, dia menyukai figur-figur seperti ini. Mereka adalah kedok yang bagus untuk orang yang tidak memiliki pengalaman militer, dan yang tidak mengerti militer.

Blight: Selain itu, perbandingannya adalah pengusaha properti asal New York dan jendral yang memiliki budak dari Tennessee. Tidak mirip.

TRUMP: Dia orang yang keras, namun hatinya besar.

Blight: Saya tidak mengerti apa yang dia maksud. Seseorang dengan hati besar tidak ditunjukkan dengan Indian Removal Act (UU Pemindahan Kaum Indian).

Grossman: Warga Amerika keturunan Indian mungkin akan mempertanyakan besarnya hati Jackson, atau setidaknya kualitasnya. Dan Jackson juga adalah pemilik budak. Jika ia memiliki hati yang besar, ada batasan yang jelas atas ukurannya.

TRUMP: Jika sosok Andrew Jackson muncul tak lama kemudian, kita tidak akan mengalami Perang Saudara.

Grossman: Dia memulai dengan premis yang salah - premis bahwa Perang Sipil dapat dihindari, dan bahwa seseorang yang lebih terampil di Gedung Putih dapat menghindari hal itu.

Jika seseorang melihat Perang Saudara sebagai perang pembebasan, yang adalah seperti itu, maka itu tak seharusnya dihindari. Jika anda mengkompromikan masalah antara pemerintah dengan konfederasi, atau antara pasukan anti budak dan pemilik budak di AS bagian selatan, yang menjadi korban adalah orang-orang yang diperbudak di selatan.

Jika presiden memiliki gagasan bahwa ada keinginan untuk membuat kompromi, tanpa emansipasi, mengerikan.

Blight: Hal itu mencerminkan segalanya, merefleksikan semacam gagasan hebat tentang sejarah, bahwa hanya jika ada orang yang tepat dengan kekuatan yang tepat anda dapat merubah sejarah. Hal itu tidak masuk akal.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ratusan orang berkumpul merayakan peringatan ke 150 tahun Peperangan Gettysburg.

TRUMP: Dia sangat marah melihat apa yang terjadi dengan Perang Saudara. Dia berkata: "Tidak ada alasan untuk ini."

Grossman: Jackson tewas 16 tahun sebelum Perang Saudara dimulai. Anda dapat mengutip saya akan hal itu.

Blight: Dia telah tiada bahkan sebelum Kompromi 1850. Dia tewas sekitar masa Perang Meksiko.

Grossman: Saya tidak mengerti apa yang dia maksud dengan ini. Ratu Elizabeth pertama pernah berkata tentang tidak peduli akan apa yang dipikirkan orang lain. Dia adalah wanita yang sangat cerdas.

Giesberg: Mungkin yang dia maksud Andrew Johnson (Presiden AS ke-17)?

Grossman: Mungkin yang dia maksud Andrew yang berbeda dari Tennessee. Wakil presiden Lincoln, Andrew Johnson juga dari Tennessee, dan Trump sebenarnya sangat mirip Johnson.

TRUMP: Orang-orang tidak menyadari, Perang Saudara - mengapa? Orang-orang tidak menanyakan hal itu, namun mengapa ada Perang Saudara?

Giesberg: Orang-orang telah menanyakan pertanyaan itu dari sejak perang dimulai. Ada sederet generasi jawaban. Para ahli sejarah muncul dengan sebuah konsensus bahwa alasannya adalah perbudakan. Kami menanyakan hal itu, namun itu bukan jawaban yang diyakini semua orang di Amerika.

Grossman: Saat orang-orang berkata itu adalah tentang hak negara bagian, pada 1861 negara-negara bagian tidak memiliki hal lain untuk dibela kecuali perbudakan. Mereka memisahkan diri karena mereka berpikir terpilihnya Lincoln mengancam institusi perbudakan. Ada orang-orang yang tidak senang dengan jawaban itu, yang ingin melihat Perang Saudara sebagai sesuatu yang lain.

Giesberg: Saya kira hal itu menunjukkan bahwa dia tetap tidak peduli dengan isu rasial kontemporer. Dan saya kira itu menunjukkan bahwa dia menjual satu versi dari sejarah yang berguna untuk apa yang dia coba kerjakan saat ini. Namun dia mungkin tidak menghabiskan cukup banyak waktu untuk itu.

Blight: Jackson sama sekali tidak memiliki visi akan kesetaraan ras apapun. Dia tidak memiliki petunjuk akan gerakan anti perbudakan sama sekali. Dan jika Presiden Trump tidak mengerti tentang mengapa kita mengalami Perang Saudara, apa yang dapat dia mengerti tentang hubungan antar ras saat ini? Atau mengenai permasalahan kita mengenai ketidak-setaraan? Dan dia kira Andrew Jackson dapat mencegah perang... Di mana saya dapat mulai membahasnya?

Berita terkait