Sejumlah pejabat partai Cina dituduh menyumbang ke Dalai Lama

Dalai Lama, Tibet, Cina Hak atas foto Kantor DALAI LAMA
Image caption Pemerintah Beijing menganggap Dalai Lama memperjuangan kemerdekaan Tibet dari tempat pengasingannya.

Partai Komunis Cina (PKC) untuk pertama kali mengungkapkan secara terbuka bahwa ada anggotanya yang memberi sumbangan uang kepada Dalai Lama.

Pemimpin spritual Tibet yang berusia 81 tahun tersebut tinggal di pengasingan sejak tahun 1959, ketika PKC masuk ke Tibet dan memerintah.

Beijing menuduh Dalai Lama sebagai tokoh di balik gerakan separatisme Tibet.

Seorang pejabat senior partai di Tibet, Wang Yongjun, mengatakan kepada koran pemerintah bahwa sejumlah pejabat dan anggota PKC memberi uang serta informasi intelijen kepada Dalai Lama.

"Beberapa pejabat partai mengabaikan pentingnya masalah politik dan perjuangan negara dalam antiseparatisme," tutur Ketua Komite Pengawas Disiplin PKC di Tibet tersebut.

Hak atas foto AFP
Image caption Unjuk rasa di ibu kota Tibet, Lhasa, untuk menentang pemerintahan Cina pada pertengahan Maret 2008.

Global Times tidak menyebut nama-nama yang dituduh.

Namun koran itu mengutip laporan PKC tahun 2016 yang mengkaitkan 15 pejabat partai dengan organisasi separatis terlarang di luar negeri pada tahun 2014 yang memberi informasi intelijen kepada kelompok Dalai Lama serta mendanai kegiatan separatis.

Dalai Lama dalam beberapa kesempatan mengatakan dia menginginkan otonomi, dan bukan kemerdekaan penuh, untuk Tibet.

Hak atas foto AFP/MARK RALSTON
Image caption Warga Tibet menuduh pemerintah Cina berupaya menyingkirkan budaya mereka secara sistematis.

Pemerintah Beijing dituduh melakukan pemberangusan secara sistematis budaya Tibet dan berupaya memperlemah pengaruh Dalai Lama atas warga Tibet, yang melihatnya sebagai pemimpin spritual.

Sejumlah unjuk rasa marak di beberapa tempat di Cina maupun di beberapa tempat lain di dunia untuk mendukung Dalai Lama.

Dalam beberapa tahun belakangan, diperkirakan 120 warga Tibet -sebagian besar adalah bhiksu- menggelar aksi bakar diri untuk mengangkat masalah hak asasi manusia di Tibet.

Topik terkait

Berita terkait