Petugas FBI secara rahasia menikahi tokoh ISIS di Suriah

Denis Cuspert in Berlin in 2005 Hak atas foto EPA
Image caption dalam sebuah video propaganda, Cuspert ditampilkan menenteng kepala seorang manusia yang baru dipenggal.

Seorang perempuan petugas penerjemah dari FBI, dinas penyelidikan federal AS, diam-diam pergi ke Suriah untuk menikah dengan seorang tokoh militan dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

FBI mengukuhkan, Daniela Greene, salah satu penerjemahnya itu secara rahasia menikahi seorang perekrut ISIS yang justru sedang dia selidiki.

FBI "mengambil beberapa langkah di berbagai kawasan untuk mengidentifikasi dan mengurangi kerentanan keamanan" akibat peristiwa tersebut, kata badan tersebut kepada BBC News.

Daniela Greene mempedaya FBI tentang perjalanannya pada tahun 2014, lapor CNN, yang pertama kali memberitakan skandal ini.

Perempuan berusia 38 tahun ini kemudian berubah pikiran lagi di Suriah, dan berhasil meloloskan diri untuk kembali ke AS.

Sekembalinya di AS, ia diproses secara hukum dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Seorang hakim AS memerintahkan dirahasiakannya peristiwa ini, namun dibuka untuk pertama kalinya pada hari Senin setelah catatan pengadilan federal dibuka untuk umum.

Hak atas foto Getty Images
Image caption AS sebelumnya pernah menyatakan telah berhasil membunuh Cuspert namun kemudian mencabut pernyataan itu.

Pria yang dinikahi Greene, adalah Denis Cuspert, seorang penyanyi rap Jerman yang beralih menjadi tokoh ISIS dengan tugas merekrut anggota dari luar negeri.

Pada bulan Februari 2015, pemerintah AS menyebutnya sebagai seorang teroris global yang ditunjuk secara khusus.

Dalam satu video propaganda ia terlihat menenteng kepala manusia yang baru dipenggal kepalanya.

Menurut CNN, pada Januari 2014, Daniela Greene yang saat itu bekerja di kantor FBI di Detroit, ditugaskan untuk menyelidiki Cuspert.

Berubah pikiran

Enam bulan kemudian, Greene yang lahir di Cekoslowakia mengatakan kepada atasannya bahwa dia pergi ke Jerman untuk mengunjungi orang tuanya.

Namun linguis yang fasih berbahasa Jerman itu sebetulnya pergi ke Suriah untuk menikah dengan Denis Cuspert, yang setelah bergabung dengan ISIS mengubah namanya menjadi Abu Talha al-Almani.

Ia saat itu terbang ke Turki lalu menyeberang ke Turki dengan bantuan jaringan lokal ISIS, lapor CNN.

Ketika itu sebetulnya Greene masih berstatus menikah dengan seorang prajurit AS.

Tak berapa lama setelah tiba di Suriah, Juni 2014, ia dilaporkan menikah dengan Cuspert, yang semasa menjadi rapper dikenal dengan nama panggung Deso Dogg.

Namun kemudian ia berubah pikiran tentang suami barunya itu. Menurut CNN, Greene menulis surat kepada seorang yang tak disebutkan namanya di AS: "Saya sunggu mengacau-balaukan segalanya kali ini."

"Saya sudah pergi dan saya tak bisa lagi kembali," tambahnya sehari kemudian.

"Saya sekarang berada di suatu lingkungan yang keras, dan saya tak tahu berapa lama saya akan berada di sini. Namun sama saja: sekarang semuanya sudah terlalu terlambat."

Betapa pun, sebulan setelah tiba di Suriah, ia berhasil juga meninggalkan negeri itu dan kembali ke AS.

Dia mengaku kepada penyidik yang memeriksanya setiba kembali di AS, ​​bahwa dia memang telah memberi tahu Denis Cuspert bahwa dia adalah sasaran penyelidikan FBI, lapor CNN.

Tidak jelas bagaimana dia berhasil meloloskan diri dari wilayah yang dikuasai ISIS.

Pada sidang pengadilan Desember 2014, Greene mengaku bersalah telah membuat pernyataan palsu yang melibatkan terorisme internasional.

Dia menjalani hukuman dua tahun penjara dan dibebaskan pada musim panas lalu.

Greene saat ini bekerja di sebuah hotel di sebuah lokasi yang dirahasiakan.

Menurut dokumen pengadilan yang diperoleh CNN, jaksa menyebutkan tindakannya 'mengerikan' dan pantas mendapat 'hukuman berat.'

Tapi Greene mendapat hukuman yang relatif ringan, karena kerjasamanya dengan pihak berwenang yang 'berarti, berlangsung sejak lama dan substansial,' kata jaksa.

Pengacaranya, Shawn Moore, mengatakan kepada CNN bahwa Greene adalah perempuan 'cerdas, pandai bicara, dan jelas naif,' namun dia 'benar-benar menyesal.'

"Dia orang baik yang sekadar bangun pada suatu keadaan yang jauh di luar jangkauannya," tambah sang pengacara.

Topik terkait

Berita terkait