Diduga terkait ISIS, enam warga Malaysia ditangkap

Polisi Malaysia Hak atas foto EPA
Image caption Polisi Malaysia sudah menangkap setidaknya 250 yang diduga terkait dengan kelompok ISIS sejak Februari 2013.

Polisi Malaysia menangkap enam orang yang diduga terkait dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS), setelah melakukan operasi selama lebih dari satu bulan.

Keenam tersangka semuanya berkewarganegaraan Malaysia, terdiri dari empat laki-laki serta dua perempuan dan ditahan antara 24 Maret hingga 25 April di negara bagian Kelantan, Pahang, Malaka, Johor dan Penang.

Menurut pejabat kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar, dua di antara tersangka ditangkap karena diduga memasukkan sejumlah senjata ke Malaysia dari kawasan Thailand selatan. Di kawasan ini kelompok Muslim mengangkat perlawanan bersenjata.

"Kami yakin mereka terlibat dalam penyelundupan senjata dari Thailand selatan untuk kelompok teroris," kata Khalid Abu Bakar, Rabu (03/05), kepada para wartawan.

Salah satu perempuan ditahan setelah dideportasi dari Turki. Sebelumnya, ia ditangkap aparat Turki ketika mencoba memasuki Suriah untuk bertemu dengan perekrut ISIS dari Malaysia, Muhammad Wanndy Mohamad Jedi.

"Saat menunggu instruksi dari Muhammad Wanndy Mohamad Jedi, ia ditangkap polisi Turki pada 5 Febbruari," ungkapnya.

'Promosi ISIS di medsos'

Seorang perempuan lainnya ditahan dengan dugaan menyebarkan propaganda ISIS di sosial media.

Hak atas foto Reuters
Image caption Khalid Abu Bakar mengatakan pihaknya masih mencari tersangkat ketujuh yang mungkin berada di Thailand selatan.

"Ia mempromosikan propaganda ISIS melalui aplikasi Google Plus," kata Khalid Abu Bakar.

Dua tersangka terakhir adalah seorang yang ditangkap setelah kembali dari Suriah dan satu lagi diduga menyebarkan propaganda ISIS dengan menggunakan 15 akun Facebook sejak 2014.

Aparat juga meyakini ia menyiapkan serangan terhadap masjid Syiah di Penang.

Polisi masih mencari tersangka ketujuh yang diperkirakan sudah meninggalkan Malaysia dan berada di Thailand selatan, yang diyakini memiliki pistol dan beberapa senjata laras panjang.

"Ia juga terlibat penyelundupan senjata dari Thailand selatan," tambahnya.

Sejak Februari 2013 aparat keamanan di Malaysia sudah menangkap setidaknya 250 orang yang diduga punya hubungan dengan ISIS.

Data pemerintah menunjukkan ada sekitar 132 warga Malaysia yang bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak.

Topik terkait

Berita terkait