Venezuela makin rusuh, seorang demonstran remaja tewas

Para demonstran terutama marah pada dekrit Presiden Nicolas Maduro terbaru tentang pembentukan sebuah badan konstituante yang beranggotakan untuk merumuskan lagi konstitusi. Hak atas foto Reuters
Image caption Para demonstran terutama marah pada dekrit Presiden Nicolas Maduro terbaru tentang pembentukan sebuah badan konstituante yang beranggotakan untuk merumuskan lagi konstitusi.

Para pengunjuk rasa penentang pemerintah terlibat bentrokan dengan polisi anti huru hara dalam berbagai kerusuhan di sejumlah kota di seantero Venezuela.

Unjuk rasa di ibukota, Caracas yang awalnya berlangsung damai, berujung rusuh setelah sejumlah anak muda bertopeng melemparkan batu dan bom api, dalam perjalanan ke parlemen.

Polisi menggunakan peluru karet dan meriam air untuk membubarkan mereka, namun seorang pengunjuk rasa remaja tewas.

Pemerintah memperingatkan para demonstran - yang turun ke jalan sejak sebulan lamanya- bahwa mereka tak memiliki hak tak terbatas dalam berunjuk rasa yang menyebabkan gangguan di jalanan.

Menteri Kehakiman dan Dalam Negeri Nestor Reverol memperingatkan bahwa memblokade jalan raya diancam hukuman delapan tahun penjara.

Hak atas foto Reuters
Image caption Para demonstran membawa ketapel dan bom api -molotov- dihadang pasukan keamanan di jalan raya yang membelah jantung kota Caracas.

Para demonstran terutama marah pada dekrit Presiden Nicolas Maduro terbaru tentang pembentukan sebuah badan konstituante yang beranggotakan 500 orang untuk merumuskan lagi konstitusi, yang melangkahi Majelis Nasional yang dikuasai oposisi.

Berbicara di Dewan Pemilihan Nasional, Maduro mengatakan bahwa dalam beberapa pekan mendatang akan dilangsungkan pemilihan anggota lembaga baru itu .

Hak atas foto AFP
Image caption Polisi menggunakan meriam air untuk menghadang para demonstran.

Sudah lebih dari 30 orang sejauh ini tewas dan ratusan terluka, serta ditangkap sejak para pengunjuk rasa turun ke jalan awal April lalu.

Demonstran yang turun ke jalan pada hari Rabu (3/5) yang sebagian mengenakan bandana dan membawa ketapel - dihadang pasukan keamanan di jalan raya Francisco Fajardo, yang membelah jantung kota Caracas.

"Mereka (pasukan keamanan) dikerahkan seolah-olah ini adalah perang," kata pemimpin oposisi Henrique Capriles.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sejak sebulan terakhir, demosntrasi berlangsung hampir setiap hari di seantero negeri.
Hak atas foto Reuters
Image caption Poisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk menghadapi para pengunjuk rasa.

Nicolas Maduro menggantikan pemimpin populer, Hugo Chavez, yang menerapkan program kesejahteraan sosial yang luas dan meninggal di 2013.

Namun anjloknya harga minyak Venezuela yang merupakan komoditi ekspor utama, memangkas pendapatan pemerintah secara drastis dan mengakibatkan kelangkaan makanan, susu bayi, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya.

Dana Moneter Internasional memperkirakan inflasi di Venezuela tahun ini akan melampaui 700%.

Berita terkait