Gara-gara bola sepak dibocorkan, perempuan tetangga dibunuh

Kelly Machin Hak atas foto Leicestershire Police
Image caption Kelly Machin, 34, tewas 'sendirian dan dalam kesakitan,' dan menderita kesulitan bernafas yang hebat.

Seorang ayah dan anak perempuan yang melancarkan serangan fatal pada seorang tetangga yang membocorkan bola anaknya dengan pisau dinyatakan bersalah untuk pidana pembunuhan.

Peristiwanya terjadi pada 23 Agustus 2016. Sang korban, Kelly Machin, 34, merasa kesal karena berulang kali bola tetangganya masuk ke halaman belakang rumahnya di Leicester, dan akhirnya menusuk salah satu bola itu dengan pisau sebelum melemparkannya kembali keluar pagar.

Pemilik bola, seorang anak perempuan, dan bapaknya, Natalie Bollen dan William Jelly, kemudian menyerangnya dan dia meninggal hampir dua minggu kemudian.

Kedua penyerang dinyatakan bersalah untuk pasal pembunuhan.

Jaksa William Harbage mengatakan, Kelly Machin sudah sejak beberapa bulan mengalami masalah dengan Bollen, yang tinggal terpisah dua rumah darinya

Ancaman pembunuhan

Sejak beberapa lama, Machin terganggu oleh kebisingan berlebihan dari anak-anak Bollen ini, dan kesal karena begitu sering bola yang mereka mainkan jatuh ke kebunnya.

Pada hari penyerangan, dia menusuk salah satu bola itu dengan pisau sebelum mengembalikannya ke luar pagar.

Tak lama kemudian, sekelompok perempuan, dipimpin oleh pemilik bola, Natalie Bollen, datang ke rumah Machin dan berteriak-teriak dari halaman, "Ayo keluar, Kelly," seperti terungkap di pengadilan.

Bollen menggedor pintu, menyumpah-nyumpah dan berteriak: "Kamu mungkin tidak keluar sekarang Kelly, tapi saya akan membunuhmu."

Machin lalu menelpon layanan polisi 999 dan mengatakan kepada polisi dia takut bahwa hidupnya terancam.

Kawanan perempuan itu pergi tapi Bollen kembali sekitar 20 menit kemudian bersama ayahnya, dan istri ayahnya.

Seorang teman Machin, Winston Hinds, membuka pintu dan para terdakwa langsung 'menerobos masuk rumah tanpa dipersilakan.'

Image caption Natalie Bollen (kanan) menyerang dan membunuh tetangganya gara-gara bola sepak.

Natalie Bollen meninju kepala Machin sekitar tiga kali, dan William Jelly kemudian meninjunya atau mendorongnya, menyebabkannya jatuh dan menabrak meja, dan tulang rusuknya patah.

"Para terdakwa kemudian meninggalkannya tergeletak di lantai sambil menangis, dan memegang tulang rusuk," kata jaksa Harbage.

Machin menelpon layanan darurat saat para terdakwa masih berada di rumahnya dan pada rekaman layanan darurat 999 itu terdengar ia menangis kesakitan dan berkata: "Mereka membenturkan kepala saya."

Kedua terdakwa juga terdengar berteriak secara agresif terhadap Machin sebelum mereka pergi.

Polisi dan paramedis datang, namun saat itu dianggap dia tidak perlu dibawa ke rumah sakit.

'Sendirian dan kesakitan'

Kelly Machin tetap menderita kesakitan berat dan akhirnya dibawa ke rumah sakit pada 28 Agustus, namun luka-lukanya dianggap tidak membutuhkan perawatan darurat.

Nyatanya patah tulang rusuknya menyebabkan 1,9 liter darah perlahan-lahan menumpuk di sekitar jantungnya dan menghentikan detaknya.

Image caption Seorang sahabat menemukan Kelly Machin sudah meninggal dunia di rumahanya di Waldwick Close

Jaksa Harbage mengatakan, Kelly Machin mengalami kesulitan bernapas berat di rumahnya pada akhir pekan 3 dan 4 September, dan akhirnya meninggal 'sendirian dan kesakitan'.

Temannya, Hinds mendapati dia sudah meninggal di sofa ketika mengunjungi rumahnya pada tanggal 5 September.

Jelly, 48 tahun, yang berasal dari Thorpe Astley, tidak hadir di ruang sidang karena pingsan pada persidangan sebelumnya, dan masih dalam perawatan dokter.

Dia dan putrinya, 28 tahun, akan mendengar pembacaan vonis pada Juni mendatang.

Berita terkait