Benda Nazi ditemukan, semua barak di Jerman digeledah

Mentri Pertahanan Jerman Hak atas foto Reuters
Image caption Mentri pertahanan Jerman (tengah) mengatakan penghormatan terhadap angkatan bersenjata Hitler sudah tidak relevan bagi pasukan Jerman di zaman modern ini.

Pemerintah Jerman memerintahkan pemeriksaan di setiap barak tentara di negara tersebut, setelah ditemukan benda peninggalan era Nazi di dua barak militer.

Kementerian pertahanan mengatakan perintah tersebut ditetapkan inspektur jenderal Bundeswehr (angkatan bersenjata Jerman).

Semua barak akan digeledah terkait benda yang terkait dengan Wehrmacht, tentara Jerman di zaman Adolf Hitler.

Langkah tersebut dilakukan menyusul berkembangnya skandal mengenai paham ekstremisme kanan dalam tubuh tentara, ditandai dugaan rencana serangan oleh seorang perwira dengan menyamar sebagai pengungsi Suriah.

Jaksa di Frankfurt mengatakan bahwa tersangka yang berusia 28 tahun tersebut memiliki 'latar belakang xenofobia,' sikap antiasing.

Letnan Angkatan Darat yang mengungkapkan pandangannya yang ekstrem kanan, ditangkap akhir April.

Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen, membatalkan rencana perjalanan ke AS untuk meninjau garnisun letnan itu di Illkirch, di bagian timur laut Prancis.

Para petugas menemukan benda memorabilia Wehrmacht yang ditampilkan di ruang bersama, meski ada larangan menyimpan atau memasang simbol-simbol Nazi.

Lalu skandal kedua meledak di sebuah barak di F├╝rstenberg di Donaueschingen, di barat daya Jerman, dengan ditemukannya helm-helm Nazi di lemari kaca.

Media Jerman melaporkan bahwa foto-foto tentara Wehrmacht tertempel di dinding, bersama pistol-pistol Nazi, serta lebih banyak lagi helm dan atribut militer.

Hak atas foto EPA
Image caption Grafitti berbunyi 'Keluarlah Nazi!' tertulis di tembok barak F├╝rstenberg di Donaueschingen

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan kepada Reuters bahwa, di antara benda-benda yang ditemukan di Donaueschingen, tidak ada benda-benda Nazi yang dilarang secara hukum, seperti lambang Swastika.

Betapapun, Ursula Von der Leyen mengatakan Rabu lalu bahwa ia tidak akan mentolerir pemujaan terhadap Wehrmacht dalam ketentaraan sekarang.

Ia mengatakan bahwa skandal terbaru ini bukan lagi merupakan kasus khusus. Menurutnya, 'esprit de corps, atau semangat korps yang keliru,' menyebabkan sejumlah perwira senior 'menoleh ke arah lain.'

Menteri pertahanan kemudian meminta maaf atas nada kritiknya, setelah lawan-lawan politiknya menuduhnya memojokkan militer secara keseluruhan.

Topik terkait

Berita terkait