Para siswi yang diculik Boko haram bertemu Presiden Buhari

chibok Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden Buhari menunda keberangkatan ke London agar dapat bertemu para anak perempuan ini, kata stafnya.

Ke-82 siswa perempuan yang dibebaskan kelompok militan Islam, Boko Haram telah bertemu Presiden Nigeria Muhammadu Buhari.

Mereka dikawal ke acara penyambutan di ibu kota Abuja oleh tentara bersenjata, setelah melakukan pemeriksaan medis di sebuah pusat kesehatan.

Presiden Buhari berkata dia sangat senang mereka bebas.

Para siswa perempuan yang disebut 'gadis-gadis Chibok' itu dibebaskan setelah melalui perundingan panjang, dengan imbal balik pembebasan sejumlah orang yang dituduh anggota Boko Haram.

Ke-82 siswi itu adalah sebagian dari total 276 gadis cilik yang diculik di wilayah timur laut Nigeria tiga tahun lalu. Sebelum diumumkan secara resmi, sekitar 195 gadis masih dinyatakan hilang.

"Saya tidak dapat mengungkapkan hanya dalam beberapa kalimat betapa senangnya saya menyambut anak-anak perempuan kita kembali bebas," kata Presiden kepada anak-anak perempuan itu di Abuja, sebagaimana dituturkan juru bicaranya, Femi Adesina.

"Atas nama semua warga Nigeria, saya ingin membagi kesenangan saya dengan kalian," katanya.

Seterusnya Presiden terbang ke London, Inggris, untuk perawatan kesehatan. Namun, 'tidak ada yang perlu dikhawatirkan,' kata seorang juru bicara istana dan menambahkan bahwa presiden pergi untuk 'konsultasi lebih lanjut.'

Presiden Buhari, 74 tahun, kembali dari Inggris Maret lalu setelah cuti sakit selama tujuh minggu. Saat pulang, dia mengaku tidak pernah begitu sakit dalam hidupnya.

Penyakitnya masih tidak diungkapkan namun kekhawatiran mengenai kondisi kesehatannya semakin besar setelah dia absen dari beberapa pertemuan kabinet.

Presiden Buhari sebetulnya berencana bertolak ke London pada Minggu (7/5), namun ingin menyambut para siswa perempuan itu terlebih dahulu, kata jubir presiden, Femi Adesina.

Hak atas foto Pemerintah Nigeria
Image caption Gadis-gadis yang dibebaskan tiba di pusat kesehatan di Abuja untuk melakukan pemeriksaan medis.

Tiba di Abuja, sebagian anak perempuan terlihat letih dan bingung dengan semua perhatian yang mereka peroleh setelah menghabiskan tiga tahun di tahanan.

Sebelum dibawa ke ibu kota, mereka dibawa dengan kovoi jalanan dari tempat terpencil ke basis militer di Banki dekat perbatasan Kamerun.

Wartawan BBC melaporkan keluarga korban penculikan menyatakan gembira setelah mendengar berita pembebasan anak-anaknya, namun masih lebih dari 100 gadis yang diculik yang belum kembali.

Hak atas foto Pemerintah Nigeria
Image caption Sebagian terlihat letih setelah apa yang mereka hadapi.

Pendeta Enoch Mark, yang dua anak gadisnya diculik, mengatakan kepada Kantor berita AFP: "Ini adalah kabar baik. Kami telah menunggu agar mereka dibebaskan. Kami mengharap gadis-gadis lainnya dibebaskan pula."

Juru bicara Presiden Buhari mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada "aparat keamanan, militer, pemerintah Swiss, Komite Palang Merah Internasional, dan LSM lokal dan internasional" yang berperan dalam operasi pembebasan.

Dalam wawancara dengan BBC, jubir kepresidenan Garba Shehu menambahkan: "Dengan semua hal ini kami bernegosiasi selama beberapa bulan, dan pada akhirnya sebagian anggota mereka (Boko Haram) ditukar dengan dengan 82 anak perempuan."

Hak atas foto AFP
Image caption Sebanyak 21 gadis telah dibebaskan pada akhir Oktober 2016.

Sejak sekolah menengah perempuan negeri di Chibok, negara bagian Borno, diserang pada April 2014, lebih dari 50 siswa perempuan berhasil melarikan diri dan Boko Haram kemudian membebaskan 21 orang pada Oktober lalu, setelah negosiasi dengan Palang Merah.

Sejak awal, kampanye untuk pembebasan ratusan gadis ini mendapat dukungan Ibu negara (saat itu) AS, Michelle Obama dan banyak bintang Hollywood.

Pada bulan lalu, Presiden Buhari mengatakan bahwa pemerintah Nigeria tetap "terus-menerus melakukan kontak dan perundingan, melalui aparat intelijen lokal untuk membebaskan gadis-gadis yang masih diculik tanpa cidera".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sebagian dari gadis-gadis yang difoto pada Mei 2014 lalu tidak lama setelah mereka diculik.

Banyak gadis Chibok yang diculik menganut agama Kristen, dan mereka dipaksa masuk Islam dan menikahi orang-orang yang menculiknya selama di lokasi penculikan.

Kelompok militan Boko Haram telah menculik ribuan orang selama delapan tahun setelah mereka menyatakan akan mendirikan kekhalifahan Islam di wilayah Nigeria.

Lebih dari 30.000 orang terbunuh, demikian keterangan pemerintah, dan ratusan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka demi mencari keselamatan.

Berita terkait