Malaysia sita 712 kg sisik tenggiling dari Afrika

Sisik tenggiling Hak atas foto FAZRY ISMAIL/EPA
Image caption Seorang petugas menunjukkan sisik tenggiling yang disita baru-baru ini di KLIA.

Bea dan Cukai Malaysia menyita 712 kg sisik tenggiling yang ditaksir bernilai nilai Rp28 miliar di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Tenggiling seberat itu disita dalam dua pengiriman terpisah.

Para pejabat Bea dan Cukai Malaysia mengatakan dalam pengiriman pertama, pihak berwenang menemukan 408 kg sisi tenggiling yang disita pada tanggal 1 Mei. Barang tersebut dilaporkan dikirim dari Ghana dan transit di Dubai sebelum dilanjutkan ke Kuala Lumpur.

Dalam kotak pengiriman kedua, petugas menemukan 304 kg sisik tenggiling sehari setelah pengiriman pertama. Kotak kedua dilaporkan dikirim dari Kongo dan transit di Dubai sebelum dikirim ke Kuala Lumpur.

Hak atas foto FAZRY ISMAIL/EPA
Image caption Sisik tenggiling dikirim dari dua negara Afrika lewat Dubai sebelum dikirim ke Kuala Lumpur.

Asisten Direktor Jenderal Bea dan Cukai Malaysia, Paddy Abdul Halim, mengatakan pihaknya menyelidiki apakah kedua pengiriman tersebut merupakan bagian dari penyelundupan yang sama.

"Ini adalah dua pengiriman yang berbeda, tetapi kami masih menyelidiki apakah keduanya memiliki kaitan atau hanya kebetulan," katanya dalam jumpa pers di Kuala Lumpur pada Senin (08/05).

Hak atas foto FAZRY ISMAIL/EPA
Image caption Asisten Dirjen Bea dan Cukai Malaysia, Paddy Abdul Halim, mengatakan penyitaan tenggiling kali ini adalah yang terbesar yang pernah dilakukan lembaganya.

Ditambahkannya bahwa dalam keterangan pengiriman disebutkan sebagai 'produk umum' dan rempah-rempah kering. Kedua kotak menggunakan alamat palsu di Malaysia.

Tenggiling tercatat sebagai salah satu jenis mamalia yang paling banyak diselundupkan di dunia karena adanya peningkatan permintaan di Asia. Sisik tenggiling biasanya digunakan untuk membuat obat tradisional.

Menurut Paddy Abdul Halim, penyitaan tenggiling kali ini adalah yang terbesar yang pernah dilakukan Bea dan Cukai Malaysia.

Topik terkait

Berita terkait