Warga Korea Selatan memilih presiden baru setelah skandal besar

Pemilu di Korsel Hak atas foto Getty Images
Image caption Warga di Korea Selatan mulai memberikan hak suaranya dalam pemilihan umum yang diikuti oleh 13 calon presiden.

Warga Korea Selatan mulai memberikan suara dalam pemilihan presiden yang diselenggarakan lebih awal setelah sebuah skandal korupsi besar menggulingkan mantan pemimpin mereka.

Calon presiden dari sayap kiri, Jae-in bersaing ketat dengan penantangnya seorang tokoh berhaluan tengah, Ahn Cheol-soo.

Pemilu ini dipantau dengan seksama di tengah ketidakpastian ekonomi dan ketegangan yang meningkat dengan Korea Utara.

Berbeda dengan mantan presiden Korea Selatan sebelumnya, Park Geun-hye yang memutus hampir semua kerjasama negara itu dengan Korea Utara, Moon ingin meningkatkan hubungannya dengan Korea Utara.

Moon, calon presiden dari Partai Demokrat Korea, menargetkan 'kemenangan yang luar biasa' untuk membantu memulihkan perpecahan nasional yang diakibatkan oleh pemakzulan Park yang berasal dari kalangan tokoh konservatif.

"Saya rasa ini bukan hanya menyangkut partai saya dan saya sendiri, namun juga melibatkan orang-orang yang haus akan perubahan dalam pemerintahan," tuturnya kepada para wartawan pada hari Selasa pagi (9/5) usai memberikan suara.

Hak atas foto EPA
Image caption Moon (kiri) memberikan suaranya dengan istrinya Kim Jeong-suk (kanan) pada hari Selasa pagi (9/5).

Sementara itu, kandidat presiden lainnya, Ahn mengatakan bahwa ia yakin dirinya akan memenangkan pemilu dan ia akan "menantikan keputusan yang bijaksana dari rakyat Korea Selatan."

Kandidat dari Partai Konservatif Hong Joon-pyo mengatakan, bahwa pemilihan tersebut merupakan "perang pilihan rezim" antara "pemerintah yang besimpati pada Korea Utara atau pemerintah yang dapat melindungi kebebasan" Korea Selatan.

Saat ini ada 13 kandidat yang bertarung mencalonkan diri sebagai presiden di Korea Selatan.

Hak atas foto AFP
Image caption Ahn Cheol-Soo adalah mantan dokter yang kini menjadi seeorang taipan perangkat lunak.

Pada bulan Maret, Park Geun-hye menjadi presiden Korea Selatan pertama yang dimakzulkan.

Namun ia menyanggah telah melakukan kesalahan - meski ia berulang kali meminta maaf - dan diadili atas tuduhan penyuapan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Moon kalah telak dari Park dalam pemilihan presiden terakhir di tahun 2012.

Ia mengkritik dua pemerintahan konservatif sebelumnya karena gagal menghentikan pembangunan senjata Korea Utara.

Para pengamat mengharapkan lebih banyak lagi warga yang memberikan hak pilihnya, terutama dari kalangan anak-anak muda yang mulai banyak mendatangi tempat pemungutan suara.

Meski terus menerus didera pergolakan dengan Korea Utara, namun sebagian besar pemilih masih memikirkan permasalahan dalam negeri mereka.

Hak atas foto Reuters
Image caption Permasalahan ekonomi menjadi masalah yang paling utama di antara para pemilih.

Semua calon presiden berjanji untuk mengembalikan kondisi ekonomi Korea Selatan yang rapuh - yang merupakan negara terbesar keempat di Asia - dan menurunkan tingkat pengangguran di kalangan anak-anak muda, yang tetap tinggi.

Para kandidat lainnya juga berjanji untuk mengendalikan persepsi elitisme dalam masyarakat politik Korea Selatan dan mereformasi keluarga konglomerat yang dikelola keluarga - atau yang disebut chaebols - yang mendominasi ekonomi domestik.

Salah seorang pemilih di Seoul, Kim Jung-ja, 78 tahun, mengatakan kepada surat kabar Korea Herald: "Saya harap presiden berikutnya akan menjadikan negara ini sebagai tempat yang lebih baik untuk anak-anak muda, seperti cucu saya."

Pemungutan suara ditutup pada pukul 20:00 waktu setempat, dan calon presiden yang unggul akan diumumkan setelahnya.

Topik terkait

Berita terkait