AS pasok senjata ke aliansi yang melawan ISIS di Suriah

SDF Hak atas foto Getty Images
Image caption Kelompok Demokrat Suriah, SDF, saat ini tengah berusaha merebut Tabqa, kota di Suriah yang dipakai sebagai pusat komando oleh ISIS.

Presiden Donald Trump menyetujui pasok senjata bagi aliansi pemberontak pimpinan Kurdi yang bertempur melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Suriah.

Juru bicara Kementerian Pertahanan (Pentagon) Amerika Serikat mengatakan Kelompok Demokrat Suriah, SDF, yang dimpimpin milisi Kurdi YPG adalah satu-satunya milisi di lapangan yang bisa merebut kubu ISIS di Raqqa dalam beberapa waktu ke depan.

Selain milisi Kurdi, elemen lain dari SDF adalah milisi Arab. Gerak mereka didukung oleh pasukan elite militer AS dan didukung dengan serangan udara koalisi negara-negara pimpinan pemerintah di Washington.

SDF saat ini tengah bertempur dengan milisi ISIS untuk menguasai Tabqa, kota berjarak 50 km dari Raqqa yang dimanfaatkan ISIS sebagai pusat komando.

Sumber BBC di Pentagon mengatakan bahwa perlengkapan yang dipasok AS mencakup amunisi, senjata mesin, senjata mesin ukuran berat, kendaraan lapis baja dan peralatan konstruksi seperti buldoser.

Sumber ini juga mengatakan bahwa AS 'akan berupaya menarik kembali peralatan dan perlengkapan tersebut'.

Belum diputuskan kapan persenjatan ini mulai diserahkan ke SDF.

Juru bicara Petagon, Dana White, mengatakan pihaknya memahami kekhawatiran keamanan yang disampaikan pemerintah Turki.

"Kami ingin meyakinkan rakyat dan pemerintah Turki bahwa AS berkomitmen untuk mencegah bertambahnya risiko keamanan ... kami (tentunya) berkeinginan untuk melindungi sekutu NATO kami," kata White.

Ankara menganggap YPG sebagai organisasi teroris dan melancarkan aksi militer untuk mencegah YPG menguasai wilayah yang lebih luas di Suriah.

Topik terkait

Berita terkait