Kebahagiaan ayah gadis Chibok bertemu lagi dengan putrinya

Sebagian dari 82 gadis Chibok girls yang dibebaskan menunggu untuk bertemu dengan presiden Nigeria, 7 Mei 2017. Hak atas foto AFP
Image caption Orang tua telah menanti untuk mencari tahu apakah anak perempuan mereka termasuk dalam 82 orang yang dibebaskan.

Ayah salah satu dari 82 perempuan Nigeria yang dibebaskan lima hari lalu menyampaikan kebahagiaannya bisa bertemu lagi dengan anaknya setelah terpisah tiga tahun karena penculikan yang dilakukan kelompok militan berhaluan Islam Boko Haram.

Yakubu Nkeke mendapat kesempatan singkat untuk reuni dengan anak perempuannya dalam kunjungannya ke ibu kota negara, Abuja.

Gadis Chibok lainnya akan berkumpul lagi dengan orang tua mereka pekan ini, kata menteri urusan perempuan Nigeria.

Pemerintah Nigeria mengatakan bahwa 103 siswa remaja yang dibebaskan itu akan kembali ke sekolah pada September mendatang.

Dan 21 remaja yang dibebaskan tahun lalu selama ini tinggal di Abuja, dan tidak kembali ke asal mereka, Chibok, yang terpencil dan terletak di Nigeria timur laut, lokasi penculikan 276 gadis dari sekolah mereka pada 2014.

"Saat saya pertama melihat dia, dia melompat dan memeluk saya. Saya memeluk dia, saya mulai menari berputar-putar dengannya," kata Nkeke, ketua Asosiasi Orang Tua Chibok.

Orang-orang di Chibok menghabiskan semalaman "menyanyi dan memuji Tuhan" setelah mendapat kabar akan gelombang pembebasan terakhir tersebut, kata Nkeke.

"Semua orang di Chibok - bukan hanya para orang tua - semua orang berbahagia," katanya.

Foto dari gadis-gadis yang dibebaskan diperlihatkan kepada para orang tua, pada Minggu (07/05), sebagai bagian dari prosedur identifikasi, katanya.

Mereka yang mengenali anak perempuan mereka akan dibawa ke Abuja untuk bertemu, kata pemerintah Nigeria.

Nkeke mengatakan bahwa para perempuan tersebut menjalani masa-masa sulit dalam penangkapan, termasuk harus bertahan tanpa makanan selama beberapa hari. Ada sebagian yang sudah menikah dengan anggota kelompok militan Boko Haram, tapi kata mereka pada Nkeke, mereka tidak dipaksa untuk menikah.

Menteri Urusan Perempuan Aisha Alhassan mengatakan kepada wartawan bahwa para perempuan itu kini siap secara psikologis untuk kembali ke sekolah.

"Kondisi psikologis mereka lebih baik daripada 21 gadis yang dibebaskan sebelumnya," katanya.

Image caption Aisha Alhassan mengatakan pemerintah akan menutup pusat rehabilitasi pada September.

Alhassan mengatakan bahwa gadis-gadis tersebut menerima perawatan psikologis dan "tidak lagi mengalami mimpi buruk".

Dia membantah laporan yang menyatakan para perempuan ini ditahan di pusat pemulihan dan mengatakan mereka boleh meninggalkan pusat rehabilitasi tersebut. Setidaknya satu orang tengah mengunjungi keluarganya, namun rencananya dirahasiakan, tambahnya.

Milisi Boko Haram diyakini masih menahan lebih dari 100 dari total 276 perempuan yang diculik dari Chibok.

Topik terkait

Berita terkait