Pelaku pemerkosaan terhadap TKI di Taiwan dipenjara

Setiap tahun, lebih dari 100 kasus penyerangan seksual terhadap pekerja migran yang dilaporkan di Taiwan. (Foto ilustrasi) Hak atas foto AFP
Image caption Setiap tahun, lebih dari 100 kasus penyerangan seksual terhadap pekerja migran yang dilaporkan di Taiwan. (Foto ilustrasi)

Pelaku pemerkosaan terhadap seorang TKI di Taiwan dijatuhi hukuman berat, tujuh tahun dan 10 bulan.

Seperti dilaporkan CNA, pengadilan tertinggi di Taiwan telah menolak permohonan banding dari pelaku bernama Chen Chen-fu, seorang wakil terpilih untuk dewan kota di Hualien, Taiwan, atas tuduhan pemerkosaan terhadap seorang TKI yang dipekerjakan sebagai perawat olehnya.

Chen pertama dijatuhi hukuman oleh pengadilan distrik Hualien pada Januari 2016 lalu.

Pengadilan tingkat pertama memberikan masa hukuman yang relatif panjang karena menilai bahwa pelaku tidak menunjukkan rasa menyesal karena memerkosa korban dua kali pada 2014 dan mengatakan bahwa hubungan tersebut atas dasar saling suka.

Setelah Chen mengajukan banding, kasus tersebut masuk ke Mahkamah Agung, yang menilai bahwa pelaku terus saja melakukan berbagai upaya sebagai cara untuk lepas dari masalah, menurut dokumen pengadilan yang dirilis pada Kamis (12/05).

Selain itu, pelaku juga tak pernah mendapatkan maaf dari korban, kata pengadilan, yang mencatat bahwa kejahatan tersebut tak bisa dengan mudah diabaikan.

Putusan pengadilan itu final dan Chen akan dibebastugaskan dari jabatannya sebagai konselor pada hari dia mulai dipenjara.

Image caption Pusat perbelanjaan bawah tanah di Taipei berubah menjadi kawasan kecil Indonesia, pada suatu Minggu. Aroma nasi goreng dan pisang goreng dapat tercium dengan mudah.

Chen dituduh memerkosa TKI yang merawat tetangganya itu pada Juli 2014 saat mabuk, dan empat bulan kemudian setelah memenangkan pemilihan ulang, menurut dokumen pengadilan.

Si korban, seorang penganut Islam yang taat, mengatakan bahwa dia tidak bisa melapor ke polisi setelah pertama kali diperkosa di rumah majikannya, karena dia khawatir dia juga akan ditahan, seperti yang terjadi dalam hukum syariah, menurut dokumen keterangan polisi.

TKI tersebut akhirnya melapor ke polisi setelah terjadi pemerkosaan kedua.

Setiap tahun, lebih dari 100 kasus penyerangan seksual terhadap pekerja migran yang dilaporkan di Taiwan. Para pelakunya hampir selalu majikan para migran, kerabat terdekat, atau makelar penyalur kerja.

Dalam laporan khusus BBC akan kasus pemerkosaan yang menimpa TKI di Taiwan, setidaknya ada dua TKI lain yang kisahnya dilaporkan oleh media.

Topik terkait

Berita terkait