Serangan di pangkalan udara Libya, '140 orang tewas'

Libya Hak atas foto AFP
Image caption Banyak korban tewas dari Tentara Nasional Libya, tampak tengah beraksi dalam dokumen foto.

Laporan menunjukkan sekitar 140 orang tewas, termasuk warga sipil, kemungkinan telah tewas dalam serangan di pangkalan udara di Libya.

Awalnya diperkirakan 60 orang tewas ketika pasukan milisi yang bersekutu dengan pemerintah berupaya untuk mengambil alih pangkalan Brak al-Shati pada Kamis (18/05).

Menteri pertahanan dari pemerintah yang didukung PBB dan komandan milisi keduanya ditangguhkan menunggu dilakukannya penyelidikan.

Kantor perdana menteri telah membantah melakukan serangan.

Seorang juru bicara mengatakan mereka telah "membebaskan pangkalan dan menghancurkan seluruh pasukan yang ada di dalamnya".

Walikota setempat mengatakan sejumlah pesawat telah dibakar.

Sebagian besar yang tewas merupakan tentara dari pasukan yang memproklamirkan diri sebagai Tentara Nasional Libya LNA, sebuah aliansi di bagian timur negara tersebut yang tidak mengakui pemerintah di ibu kota, Tripoli. Pasukan itu telah menguasai pangkalan sejak Desember lalu.

Juru bicaranya menyampaikan jumlah korban tewas mencapai 140 orang.

"Tentara tengah kembali dari sebuah parade milirter. Mereka tidak bersenjata. Kebanyakan dari mereka dieksekusi," kata dia.

Utusan PBB untuk Libya, Martin Kobler, mengatakan 'terkejut' dengan ringkasan laporan mengenai eksekusi.

Serangan itu melanggar sebuah gencatan senjata informal antara dua pasukan yang berseteru yang dicapai pada awal bulan ini, ketika komandan LNA Jenderal Khalifa Haftar, bertemu dengan Perdana Menteri Fayez al-Sarraj yang didukung PBB.

Pemerintah Tripoli telah membentuk komite investigasi untuk menyampaikan temuannya pada perdana menteri dalam waktu 15 hari.

Berita terkait