Uji coba rudal Korea Utara 'hancurkan' harapan perdamaian

Rudal Hak atas foto Reuters
Image caption Rudal Korea Utara dilaporkan jatuh tak jauh dari Zona Ekonomi Eksklusif Jepang.

Pemerintahan baru Korea Selatan mengatakan uji coba rudal terbaru Korea Utara menghancurkan harapannya untuk menciptakan perdamaian dengan negara tetangga itu.

Penegasan tersebut disampaikan pada Minggu (21/05) tak lama setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal lagi.

Uji coba ini dilakukan tak lama setelah Korea Selatan mengumumkan susunan kabinet baru di bawah pimpinan Presiden Moon Jae-in. Presiden baru tersebut menggelar pertemuan darurat dan reaksi resmi pemerintah disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Cho June-Hyuck.

"Korea Utara hari ini meluncurkan rudal balistik lagi. Tindakan provokatif Korea Utara bertentangan dengan harapan pemerintah kami dan komunitas internasional dan keinginan untuk menciptakan perdamaian dan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

"Pemerintah mengecam keras tingkah laku Korea Utara yang serampangan dan tidak bertanggung jawab," kata Cho June-Hyuck.

Menurut militer Korea Selatan, rudal yang diluncurkan Korea Utara kali ini tampak mirip dengan rudal yang diujicobakan Februari lalu.

Rudal jarak sedang tersebut diluncurkan sejauh 500 kilometer sebelum jatuh di Laut Jepang.

Hak atas foto YONHAP/EPA
Image caption Peluncuran rudal Korut dilakukan tak lama setelah Presiden Korsel Moon Jae-in mengumumkan susunan kabinet.

Tindakan Korea Utara juga memicu protes dari Jepang sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga. Dikatakannya rudal Korut jatuh di luar wilayah Zona Ekonomi Eksklusif milik Jepang.

Topik terkait

Berita terkait