Bom di Bangkok saat hari peringatan kudeta militer Thailand

Bangkok, Thailand, bom Hak atas foto Reuters
Image caption Polisi sudah memastikan bahwa ledakan di RS Phramongkutklao adalah bom.

Sebuah bom meledak di rumah sakit tentara di ibu kota Thailand, Bangkok, yang melukai 25 orang, Senin (22/05).

Ledakan ini bersamaan dengan tiga tahun kudeta militer yang dipimpin Jenderal Prayut Chan-o-cha, yang kini menjabat perdana menteri sementara menyusul rencana pemilihan umum akhir 2017.

Pihak penyidik menemukan puing-puing baterai dan kabel di tempat ledakan di lantai dsari Rumah Sakit Phramongkutklao, yang populer di kalangan tentara dan keluarganya serta pensiunan tentara.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

"Kami bisa mengukuhkan pada tahap ini bahwa ledakan adalah bom," kata Srivara Ransibrahmanakul, Wakil Kepala Kepolisian Nasional, kepada para wartawan.

Hak atas foto EPA/RUNGROJ YONGRIT
Image caption Jenderal Prayut Chan-o-cha memimpin kudeta militer tahun 2014 dan menjabat perdana menteri sementara hingga rencana pemilihan umum 2017.

Tiga korban menderita cedera serius dengan pecahan bom yang mengenai wajah dan leher namun sebagian besar korban cedera ringan.

Bom disembunyikan di sebuah kotak di dekat pintu masuk di apotek rumah sakit.

Hak atas foto EPA/ABDULLAH WANGNI
Image caption Bom di Provinsi Pattani -kawasan yang dilanda gerakan separatis- pada 10 Mei lalu melukai 61 orang.

Senin 22 Mei merupakan peringatan tiga tahun kudeta militer yang menjatuhkan pemerintahan sipil hasil pemilihan umum, yang sekaligus menghentikan aksi kerusuhan di jalanan Bangkok selama beberapa bulan.

Ledakan di Bangkok ini merupakan yang keempat dalam waktu dua pekan belakangan.

Pada hari yang sama -sebelum serangan atas rumah sakit di Bangkok- sebuah bom pinggir jalan meledak melukai empat polisi yang sedang patroli di Provinsi Yala.

Sementara 10 Mei lalu, sebuah bom mobil meledak di sebuah pusat pertokoan di Provinsi Pattani, di dekat perbatasan Thailand-Malaysia- yang dilanda aksi separatis oleh kelompok militan Islam- yang merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Pattani, Yala, dan Narathiwat di kawasan Thailand selatan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Umat Islam merupakan mayoritas di Provinsi Pattani, Yala, dan Narathiwat, di Thailand Selatan.

Dalam serangan itu, 61 orang dilaporkan terluka dan pihak berwenang menuding kelompok militan Islam yang bertanggung jawab.

Dan pada 15 Mei lalu, sebuah bom kecil meledak di luar Teater Nasiona di kawasna kota tua Bangkok, melukai dua orang.

Topik terkait

Berita terkait