Ledakan di Konser Ariana Grande: 19 orang tewas dan sekitar 50 terluka

manchester Hak atas foto Peter Byrne
Image caption Penyebab ledakan belum diketahui, tetapi badan anti teror kepolisian Inggris menyatakannya sebagai kemungkinan serangan teroris.

Sembilan belas orang terbunuh dan sekitar 50 lainnya terluka dalam dugaan serangan teror di Manchester Arena, Kota Manchester, Inggris.

Polisi menerima laporan adanya ledakan di tempat tersebut sekitar pukul 22:35 waktu setempat pada hari Senin saat digelar konser musik yang menampilkan penyanyi AS, Ariana Grande.

Penyebab ledakan belum diketahui, tetapi badan anti teror kepolisian Inggris menyatakannya sebagai kemungkinan serangan teroris.

Kepolisian kota Manchester terus melakukan penyelidikan dan berupaya melakukan kontak dengan keluarga korban.

Hak atas foto Peter Byrne
Image caption Laporan yang belum terkonfirmasi dari dua orang pejabat AS - yang tidak bersedia disebutkan namanya - menduga bahwa serangan tersebut dilakukan pelaku bom bunuh diri.
Hak atas foto Peter Byrne
Image caption Polisi menerima laporan adanya ledakan di tempat tersebut sekitar pukul 22:35 waktu setempat, Senin, saat digelar konser penyanyi AS, Ariana Grande.

Wartawan BBC yang bertugas di Kementerian Dalam Negeri, Daniel Sandford mengatakan, para perwira senior yang membidangi kontra-terorisme telah menggelar pertemuan di London.

Laporan yang belum terkonfirmasi dari dua orang pejabat AS - yang tidak bersedia disebutkan namanya - menduga bahwa serangan tersebut dilakukan pelaku bom bunuh diri

Hak atas foto Peter Bryrne
Image caption Hasil penyelidikan sementara kepolisian menyebutkan ledakan terjadi di area serambi Manchester Arena.

Hasil penyelidikan sementara kepolisian menyebutkan ledakan terjadi di area serambi Manchester Arena.

Wartawan BBC Tim Ashburner, yang berada di lokasi kejadian, telah mewawancarai sejumlah relawan paramedis, yang merawat orang-orang yang terluka, mengatakan sebagian besar korban "kemungkinan terluka akibat pecahan peluru".

Tidak lama setelah ledakan, Stasiun kereta api Victoria di Kota Manchester Victoria, yang dekat dengan lokasi konser, ditutup dan semua jadwal kereta dibatalkan.

'Berteriak dan berlarian'

Sejumlah saksi mata menggambarkan kepanikan setelah ledakan di Manchester Arena.

Andy Holey, yang menjemput istri dan anak perempuannya di lokasi konser, mengatakan: "Saat saya menunggu, terdengar ledakan.... Saya kemudian melihat beberapa tubuh terbaring di tanah. Pikiran pertama saya adalah mencoba menemukan keluarga saya.

"Ketika saya tidak menemukan mereka, saya menemui polisi dan terlihat percikan api dan beberapa mayat... Akhirnya saya berhasil menemukan anak dan istri saya. Mereka baik-baik saja.

Hak atas foto Peter byrne
Image caption Andy Holey, yang menjemput istri dan anak perempuannya di lokasi konser, mengatakan: "Saat saya menunggu, terdengar ledakan.... Saya kemudian melihat beberapa tubuh terbaring di tanah."

"Itu benar-benar sebuah ledakan dan sangat kuat sekali, di dekat penjualan tiket di pintu masuk Arena."

Sementara, Emma Johnson mengatakan dia dan suaminya berada di lokasi konser untuk menjemput anak-anak perempuannya, yang berusia 15 dan 17 tahun.

"Itu benar-benar ledakan bom. Itu pasti meledak di lobi," katanya kepada BBC Radio Manchester.

"Seluruh bangunan bergetar, ada ledakan dan kemudian berkelebat kilatan api setelahnya. Ada mayat di mana-mana."

Sekitar satu jam setelah ledakan, sejumlah laporan menyebutkan mulai bermunculan ide penawaran ruangan kamar dan tempat tidur bagi orang-orang yang terjebak di Kota Manchester. Mereka menggunakan hashtag #RoomForManchester.

Berita terkait