Pengadilan mantan presiden Korea Selatan dimulai

Korea Selatan, Park, Hak atas foto Reuters
Image caption Park Geun-hye tiba di ruang sidang dengan tangan diborgol dan menggunakan mobil tahanan.

Mantan presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, menegaskan dirinya tidak bersalah di sidang pertama kasus korupsi yang ia hadapi, di ibu kota Seoul, Selasa (23/05).

Setelah dimakzulkan, Park didakwa dengan menyuap, menyalahgunakan kekuasaan, dan membocorkan rahasia negara.

Kehadirannya di pengadilan merupakan penampilan pertamanya di depan umum sejak Maret namun dengan tangan diborgol dan menggunakan mobil tahanan.

Hukuman maksimal untuk korupsi di Korea Selatan adalah seumur hidup.

Park dituduh berkolusi dengan teman dekatnya, Choi Soon-sil, untuk memeras dari perusahaan-perusahaan raksasa Korea Selatan -antara lain Samsung- untuk mendapat 'keuntungan politik'.

Hak atas foto AFP/JUNG YEON-JE
Image caption Sekelompok kecil pendukung Park menggelar unjuk rasa di luar ruang sidang.

Choi Soon-sil -yang juga menghadapi dakwaan- duduk di samping Park dengan pengacara di antara mereka berdua saat sidang dibuka dan menolak tuduhan.

Keduanya tidak menyapa dan bahkan sama sekali tidak saling memandang.

Pengacara Park menegaskan tidak ada alasan bagi Park untuk memaksa perusahaan-perusahaan agar memberi sumbangan karena dia tidak bisa menggunakan uang itu untuk dirinya sendiri.

Namun jaksa penuntut berpendapat Choi menggunakan hubungannya dengan presiden untuk menekan perusahaan supaya memberi sumbangan kepada yayasan miliknya, yang jumlahnya mencapai jutaan dolar.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Choi Soon-sil (kanan) -yang duduk di samping Park (kiri) dengan pengacara di antara mereka berdua- juga menolak dakwaan atasnya.

Pengadilan Park diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan, yang bisa membuatnya terlempar dari istana presiden ke sel penjara.

Park sejak kecil sudah tinggal di Rumah Biru -julukan untuk kediaman resmi presiden Korea Selatan- karena ayahnya Park Chung-hee menjabat presiden selama 16 tahun sebelum dibunuh pada 26 Oktober 1979.

Salah satu dakwaan yang dihadapinya adalah membocorkan rahasia negara karena memberi Choi akses atas dokumen-dokumen kepresidenan, antara lain mengubah pidato presiden- dan menyusun daftar hitam para tokoh media yang tidak mendapat dukungan karena bersikap kritis atas pemerintah.

Kasus dugaan korupsi Park dan Choi menyebabkan belasan orang diselidiki maupun ditangkap -termasuk lima pimpinan Samsung- namun semuanya menegaskan tidak bersalah.

Topik terkait

Berita terkait