Inggris marah 'bukti foto' serangan Manchester bocor

Manchester Hak atas foto NEW YORK TIMES
Image caption New York Times mengatakan bukti-bukti ini dikumpulkan dari lokasi serangan di Manchester.

Pemerintah Inggris dan polisi mengungkapkan kemarahannya setelah sebuah koran AS mempublikasikan foto yang tampak menunjukkan lokasi serangan bom di Manchester.

Kepala polisi anti-teror mengatakan bocoran mengacaukan penyelidikan mereka dan kepercayaan diri para 'korban' dan 'saksi-saksi'.

Seorang sumber Whitehall menambahkan: "Kami sangat geram. Ini benar-benar tidak dapat diterima."

Walikota Manchester Raya Andy Burnham mengatakan dia telah membicarakan masalah bocoran itu dengan duta besar AS.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd mengatakan dia sangat jengkel dengan AS karena merilis informasi mengenai pelaku bom Salman Abedi.

Rudd mengatakan bahwa dir telah menyampaikan kepada Washington "hal itu tak seharusnya terjadi lagi".

'Menganggu penyelidikan'

Tetapi New York Times yang mempublikasikan foto itu mengatakan mereka mendapatkannya dari otoritas Inggris yang berada di lokasi serangan, termasuk sebuah ransel, mur dan sekrup, dan sebuah bukti yang diidentifikasikan sebagai "kemungkinan sebuah detonator".

Koran itu dugaan barang bukti itu menunjukkan "sesuatu yang kuat dan berkecepatan tinggi, serta sebuah bom dengan pecahan peluru yang dibungkus dengan hati-hati dan merata".

Image caption Para korban, searah jarum jam dari kiri atas: Georgina Callander, Saffie Roussos, Olivia Campbell, Martyn Hett, Michelle Kiss, Sorrell Leczkowski, Alison Howe, Lisa Lees, Jane Tweddle-Taylor, Nell Jones, Marcin Klis, Angelika Klis, Kelly Brewster dan John Atkinson

Foto-foto itu kemudian diterbitkan oleh media Inggris.

"Foto-foto ini dibocorkan dari dalam sistem AS akan menganggu para korban, keluarga mereka dan masyarakat secara luas," kata sumber Whitehall.

"Masalah ini telah diangkat oleh semua tingkat yang relevan oleh otoritas Inggris dengan mitra AS mereka."

Kepala Dewan Polisi Nasional Inggris mengatakan bahwa nilai hubungan dengan "intelejen yang terpercaya, penegakkan hukum dan mitra keamanan dunia", dengan mengatakan ini merupakan"informasi istimewa dan sensitif" untuk dibagikan dalam perang melawan terorisme.

Namun, dia menambahkan:"Ketika kepercayaan itu dilanggar, itu merusak hubungan, dan mengacaukan penyelidikan kami dan kepercayaan diri para korban, saksi dan keluarga mereka.

"Kerusakan ini bahkan lebih besar lagi ketika itu melibatkan pengungkapan bukti potensial yang tidak sah di tengah investigasi terorisme besar."

Image caption Hashem Abedi, saudara laki-laki pelaku bom Manchester pernah ditahan di Tripoli.

Informasi mengenai identitas pelaku serangan bom pertama kali diungkap di AS - melalui jaringan TV Amerika CBS dan NBC yang menyebut Salman Abedi sebagai tersangka.

Polisi buru pelaku serangan bom

Polisi telah menahan tujuh orang di Inggris setelah serangan bom di Manchester Arena, dan tengah menyelidiki sebuah 'jaringan'. Polisi mengatakan telah menahan laki-laki dari Nuneaton, Warwickshire.

Pelaku serangan bom bunuh diri Salman Abedi menewaskan 22 orang - termasuk anak-anak dan melukai 64 orang di dalam konser Ariana Grande pada Senin (22/05).

Ayah pengebom, Ramadan, dan adik laki-lakinya, Hashem, ditahan oleh milisi di Libya.

Dan kakak laki-lakinya, Ismail, ditahan di Chorlton, Manchester selatan, pada Selasa (23/05).

Berita terkait