PBB: Warga sipil Mosul 'berada dalam bahaya besar'

Police in armoured vehicle - 27 May Hak atas foto Reuters
Image caption Kekuatan militer mengatakan bahwa mereka telah membuat kemajuan dalam fase terakhir pertempuran.

Warga sipil adalah yang paling parah terkena dampak dari fase terakhir serangan militer Irak ke Mosul, kata koordinator bantuan kemanusian PBB ke negara itu.

Lise Grande mengatakan pada BBC bahwa warga sipil menghadapi bahaya besar karena kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS menyasar keluarga secara langsung.

Banyak orang di kota tersebut sudah menghadapi kekurangan air dan minimnya listrik.

Tentara Irak mengatakan mereka mendapat keuntungan dari serangan baru ke ISIS pada Sabtu (27/05).

Tentara mengatakan mereka mendapat kemajuan dalam beberapa jam setelah mencoba memaksa kelompok milisi keluar dari pertahanan terakhir yang tersisa di Kota Tua Mosul yang masih mereka kuasai.

Ratusan ribu warga sipil telah menyelamatkan diri sejak dilancarkannya serangan untuk merebut kembali kota tersebut pada Oktober tahun lalu.

Grande mengatakan bahwa bagian serangan selanjutnya akan menjadi yang paling sulit.

"...Warga sipil akan menghadapi risiko paling ekstrem sepanjang kampanye ini," katanya.

"Kita tahu bahwa ISIS secara langsung menyasar keluarga yang berusaha menyelamatkan diri, kita tahu bahwa stok makanan dan obat-obatan sangat terbatas, kita tahu ada kekurangan air dan listrik. Semua bukti menunjukkan bahwa warga sipil yang terperangkap dalam kawasan dan distrik ini berada dalam bahaya besar."

Pemerintah mengumumkan telah merebut kembali Mosul timur pada Januari namun upaya militer untuk penguasaan total bagian barat kota tersebut terus berlanjut.

Ribuan tentara militer Irak, pejuang Peshmerga Kurdi, kelompok suku Arab Suni serta milisi Syiah, yang dibantu oleh koalisi pimpinan AS yang menggunakan pesawat tempur dan penasihat militer, terlibat dalam upaya serangan ini.

Awal bulan ini, pejabat koalisi memperkirakan jumlah milisi di Mosul kurang dari 1.000 orang - dibandingkan dengan 3.500 sampai 6.000 milisi di dalam dan sekitar kota tersebut sebelum serangan dimulai pada Oktober lalu.

PBB mengatakan bahwa serangan tersebut telah menewaskan atau melukai 8.000 warga sipil, namun angka itu hanya mencakup mereka yang dipindah ke fasilitas medis.

Hak atas foto AFP
Image caption Pertempuran di Mosul telah menyebabkan 500.000 orang mengungsi.

Militer Irak tidak merilis jumlah korban tewas, namun Jenderal AS Joseph Votel menyampaikan pada Kongres pada akhir Maret lalu bahwa sedikitnya 774 personel keamanan Irak tewas dan 4.600 terluka.

Lebih dari 580.000 warga sipil juga sudah mengungsi akibat pertempuran tersebut, dan sekitar 419.000 orang berasal dari Mosul barat, kata otoritas Irak.

Topik terkait

Berita terkait