Pengumpulan dana bagi 'pahlawan' pembela remaja muslim capai Rp10 miliar lebih

Foto Taliesin Myrddin Namkai-Meche Hak atas foto Facebook/Aurora Dachen
Image caption Taliesin Myrddin Namkai-Meche, 23, salah seorang pria yang tewas karena membela dua remaja di kereta Portland, baru saja lulus kuliah.

Lebih dari Rp10 miliar ($600.000) telah terkumpul untuk keluarga tiga pria yang diserang saat membela seorang remaja muslim dan temannya di kereta.

Taliesin Myrddin Namkai-Meche dan Ricky John Best tewas sementara Micah David-Cole Fletcher terluka parah di Portland, Oregon pada Jumat (26/05).

Mereka semua bertindak setelah seorang pria melancarkan serangan verbal terhadap para remaja tersebut, salah satunya mengenakan jilbab.

Tersangka pelaku, Jeremy Joseph Christian, kemudian ditahan.

Pria 35 tahun itu akan muncul di sidang pada Selasa dan mendapat dua tuntutan pembunuhan, percobaan pembunuhan, intimidasi dan residivis yang memiliki senjata dengan peredaran terbatas.

FBI masih belum yakin apakah Christian - yang dilaporkan mengatakan "semua orang muslim harus mati" saat serangan - akan menghadapi tuntutan untuk kejahatan kebencian.

Sementara itu, Fletcher terus pulih setelah mengalami luka tusuk di lehernya, yang menurut ibunya, "hanya satu milimeter" dari nadinya.

Fletcher mengunggah foto dari tempat tidurnya, beserta puisi pada Sabtu (27/05) malam. Salah satu lariknya mengatakan, "Saya meludah di mata kebencian dan tetap hidup."

Hak atas foto Reuters
Image caption Polisi mendistribusikan foto Jeremy Joseph Christian setelah penangkapannya.

Tiga pria tersebut dianggap "pahlawan" oleh komunitas lokal mereka, salah satunya oleh Destinee Mangum - remaja 16 tahun yang bepergian dengan temannya, 17, saat serangan terjadi.

"Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih pada orang-orang yang mempertaruhkan nyawa mereka buat saya, karena mereka tidak mengenal saya dan mereka kehilangan nyawa mereka karena saya dan teman saya dan penampilan kami," katanya pada saluran KPTV.

Hampir 1.000 orang berkumpul untuk mengenang Namkai-Meche, 23, seorang lulusan universitas, dan Best, seorang veteran tentara berusia 53 tahun, ayah dari empat anak, pada Sabtu (27/05) malam.

Penghormatan terhadap mereka juga muncul secara online.

Hak atas foto Twitter/@lsarsour
Image caption Cuitan yang memberikan penghormatan terhadap Ricky Best, seorang veteran tentara, yang tewas setelah membela remaja muslim di kereta di Portland, Oregon.

Penghormatan bagi para pria tersebut juga disampaikan oleh wali kota Oregon, dan juga Gubernur Oregon Kate Brown serta mantan kandidat presiden Hillary Clinton, yang menyebut kematian mereka "menyedihkan".

"Tak seorang pun pantas menerima hinaan rasial ini," katanya di Twitter. "Tak ada seorang pun yang harus mati untuk menghentikannya."

Presiden AS Donald Trump belum menyebut serangan ini.

Jurnalis veteran Dan Rather menulis surat terbuka pada Trump, yang telah dibagikan 100.000 kali di Facebook, yang meminta presiden untuk berbicara soal kematian mereka.

Rather menulis, "Dua warga Amerika tewas meninggalkan keluarga dan teman-teman mereka. Jutaan orang berduka atas kematian mereka, dan mereka juga khawatir akan apa yang mungkin terjadi nanti. Saya harap Anda bisa meluangkan waktu untuk memperhatikan ini."

Topik terkait

Berita terkait