Evakuasi WNI 'pendakwah' dari Marawi, Filipina selatan, tunggu situasi aman

Warga Marawi Hak atas foto FRANCIS R. MALASIG/EPA
Image caption Seorang warga di Marawi memasang bendera putih di kendaraannya di tengah pertempuran antara pasukan pemerintah dan pasukan pemberontak.

Pemerintah Indonesia masih menunggu situasi aman untuk mengevakuasi 16 warga negara Indonesia "pendakwah" dari Marawi, kota di Filipina selatan yang dilanda pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok milisi Maute yang pro-ISIS.

Menurut Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia di Departemen Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mereka sudah minta bantuan untuk dievakuasi.

"Oleh karena itu, KJRI di Davao sedang melakukan koordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk mengevakuasi mereka. Namun sampai dengan kemarin (28/05), menurut aparat keamanan setempat, situasinya belum kondusif untuk melakukan evakuasi sehingga kita masih menunggu sampai aparat keamanan setempat menganggap situasinya cukup kondusif untuk melakukan evakuasi."

Menurut Lalu Muhammad Iqbal, sebenarnya terdapat 17 WNI di Marawi, Pulau Mindanao, namun satu orang sudah menetap di kota yang berada di Pulau Mindanao itu.

"Sementara 16 orang adalah anggota Jamaah Tabligh yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu 10 orang dan enam orang. Namun yang 16 orang itu, keberadaan mereka diketahui oleh aparat keamanan setempat karena sejak kedatangannya pihak yang menangani mereka di sana sudah memberitahukan secara tertulis mengenai keberadaan mereka di Marawi.

"Keenam belas WNI itu dan seorang berada di Marawi dalam rangka melakukan dakwah," kata Lalu Muhammad Iqbal dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir pada Senin (29/05).

Klarifikasi WNI tewas

Ditambahkannya mereka berada di Marawi untuk melakukan dakwah selama 40 hari. Selain dakwah, mereka diketahui tidak mempunyai misi lain di sana.

"Kita sudah berkomunikasi dengan aparat keamanan setempat dan menurut aparat keamanan setempat, mereka tidak menimbulkann masalah di sana. Karena memang markas Jamaah Tabligh di Filipina itu letaknya di Masjid Abu Bakar Assidiq yang ada di Kota Marawi," jelas Lalu Muhammad Iqbal.

Sebelumnya militer Filipina mengumumkan bahwa terdapat beberapa milisi asing, termasuk dari Indonesia, yang tewas dalam pertempuran di Marawi.

Hak atas foto TED ALJIBE/AFP
Image caption Sejumlah senjata, seragam militer dan bendera ISIS yang dikatakan milik kelompok Maute dipamerkan oleh pihak berwenang Filipina.

Namun sejauh ini, menurut Lalu Muhammad Iqbal, pemerintah Indonesia masih belum mendapat klarifikasi dari Filipina mengenai rincian tentang identitas WNI tersebut kalau memang benar ia adalah warga Indonesia.

Klarifikasi diminta oleh Departemen Luar Negeri Indonesia setelah Angkatan Udara Filipina telah menyampaikan pemberitahuan bahwa seorang WNI tewas.

Pertempuran pecah pekan lalu setelah militer Filipina menggerebek satu rumah yang diyakini sebagai tempat persembunyian komandan kelompok Abu Sayyaf dan pemimpin milisi yang bersimpati dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS), Isnilon Hapilon.

Topik terkait

Berita terkait