Ledakan di Kabul: Puluhan orang terbunuh

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Rakyat sipil adalah korban utama ledakan itu.

Sebuah serangan bom mobil berdaya ledak tinggi terjadi di kawasan diplomatik Kabul, ibukota Afghanistan, menewaskan sedikitnya 80 orang dan melukai 350 lainnya.

Ledakan terjadi dekat kedutaan besar Jerman di Lapangan Zanbaq, dan dikatakan bahwa korbannya yang terbesar adalah rakyat sipil.

Begitu kuatnya ledakan sehingga banyak jendela dan pintu yang terlempar ratusan meter jauhnya.

Orang-orang yang terluka tampak berusaha keluar dari lokasi ledakan dengan terhuyung-huyung.

Belum ada kelompok yang menyatakan diri sebagai pelaku pemboman tersebut namun Taliban dan ISIS adalah dua kelompok yang sering melancarkan serangan seperti itu belakangan ini.

Kapan dan dimana serangan itu terjadi?

Bom itu meledak sekitar pukul 08.25 waktu setempat (09:55 WIB) pada jam sibuk di ibukota Afghanistan.

Ambulans darurat membawa sejumlah orang yang terluka keluar dari lokasi kejadian sementara para sanak dan kerabat yang panik berkumpul di sekitar jalan menuju lokasi yang ditutup petugas.

 

Hak atas foto Reuters
Image caption Selain puluhan tewas, ratusan juga terluka dalam serangan bom itu.

Gambar-gambar menunjukkan lusinan mobil yang hangus dan terbakar. Sudah lebih dari 50 kendaraan hancur.

Basir Mujahid, juru bicara polisi Kabul, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ledakan terjadi di dekat kedutaan besar Jerman namun menambahkan bahwa "sulit untuk mengatakan apa target serangan yang sebenarnya".

Banyak bangunan penting lainnya di kawasan ini, antara lain istana kepresidenan dan sejumlah kedutaan besar, termasuk Inggris.

Beberapa laporan mengatakan bom itu dipasang di sebuah truk atau mobil tanki air.

Pertanyaan pasti akan muncul tentang bagaimana serangan itu bisa terjadi di wilayah yang sangat dijaga ketat itu.

Zona ini dianggap paling aman di ibukota Afghanistan, dilindungi tembok setinggi 3 meter.

Siapa saja korbannya?

Laporan awal menunjukkan warga sipil adalah korban terbanyak.

Kementerian kesehatan mengatakan angka korban diperkirakan akan meningkat lebih lanjut.

Juru bicara kementerian kesehatan Ismael Kawoosi mengatakan: "AMbulans masih terus mengangkut mayat dan memindahkan korban luka ke rumah-rumah sakit."

Kementerian dalam negeri menyerukan penduduk untuk menyumbangkan darah.

Hak atas foto Reuters
Image caption Ambulans darurat mengangkut para korban.

Beberapa laporan dari sumber-sumber internasional dan lokal:

  • Sumber keamanan Jerman mengatakan, belum jelas apakah ada staf kedutaan besar Jerman yang terbunuh atau terluka
  • Para pejabat Prancis mengatakan bahwa kedutaan mereka rusak, sebagaimana kedutaan besar Jerman, namun sejauh ini tidak ada tanda-tanda korban orang Prancis.
  • Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj mengatakan staf kedutaan besarnya, yang dekat dengan ledakan tersebut, selamat
  • Dua anggota staf kedutaan besar Jepang mengalami luka ringan
  • Kantor berita Afghanistan Tolo bercuit bahwa salah seorang staf mereka, Aziz Navin, tewas
  • Seorang jurnalis Tolo juga menyebut bahwa sebagian korban adalah karyawan perusahaan telepon seluler Roshan, namun belum ada pengukuhan

Hak atas foto EPA
Image caption Para sanak saudara dan keluarga yang gelisah berkumpul di sekitar lokasi ledakan itu.

Bagaimana reaksi dunia?

Jurubicara pemerintah Afghanistan Feroz Bashari, mengecam serangan tersebut, dan mengatakan: "Sekali lagi musuh Afghanistan menunjukkan kebrutalan mereka dengan membunuh dan melukai warga sipil. Musuh tidak punya hati pada warga sipil."

PM India Narendra Modi bercuit: "Kami sangat mengutuk serangan bom teroris di Kabul. Kami mendoakan keluarga yang tewas dan mereka yang terluka."

Image caption Serangan Taliban di Mazar-e Sharif baru-baru ini, menewaskana banyak tentara.

Siapa yang bisa berada di balik serangan itu?

Belum ada kelompok yang mengakui sebagai pelaku serangan tersebut, namun bulan lalu Taliban mengumumkan dimulainya serangan musim semi besar-besaran, dengan mengatakan bahwa fokus utama mereka adalah kekuatan asing, dan akan menyerang mereka dengan paduan serangan konvensional, gerilya, orang dalam dan serangan bunuh diri.

Sejauh ini di Afghanistan terdapat sekitar 8.400 tentara AS dan 5.000 lainnya berasal dari NATO.

Sebelum ini, sebuah serangan Taliban sebuah kompleks pelatihan tentara Afghanistan di kota utara Mazar-e Sharif menewaskan setidaknya 135 tentara, dan menyebabkan pengunduran diri menteri pertahanan dan kepala staf tentara.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Afghanistan juga cukup aktif. Mereka menyatakan diri sebagai pelaku serangan bom bunuh diri bulan ini terhadap sebuah konvoi NATO yang melewati kedutaan AS di Kabul. Sedikitnya delapan warga sipil terbunuh saat itu.

Berita terkait