Cium reporter televisi, petenis Maxime Hamou dijatuhi sanksi

Hamou Hak atas foto AFP
Image caption Insiden tersebut terjadi setelah Hamou kalah dari Pablo Cuevas dari Uruguay dalam ajang Prancis Terbuka.

Petenis Prancis Maxime Hamou dilarang bertanding oleh penyelenggara kejuaraan Prancis Terbuka setelah dia mencoba berulang kali mencium seorang reporter perempuan saat sebuah wawancara televisi berlangsung.

Petenis Prancis, 21 tahun, mencium wartawan Maly Thomas sambil memeluk leher dan melingkarkan tangan di bahunya, meski ia berupaya untuk menghindar.

Federasi Tenis Prancis (FTT) mengecamnya sebagai 'perilaku tercela' dan memerintahkan penyelidikan.

Hamou telah meminta maaf atas tindakannya.

Insiden tersebut terjadi setelah dia tersingkir dari putaran pertama dalam pertandingan yang berlangsung pada hari Senin (29/5).

Ini merupakan kasus terbaru yang memancing tuduhan pelecehan terhadap para pewarta olahraga perempuan.

Publik jadi lebih marah lagi karena sejumlah pembawa acara dan komentator dalam program Eurosport Avantage Leconte tertawa dan bertepuk tangan saat acara itu ditayangkan.

Kemarahan di media sosial antara lain diungkapkan politisi Prancis C├ęcile Duflot.

"Dia menciumnya dengan paksa, (wartawan perempuan Mally Thomas) mencoba untuk melepaskan diri, dia (petenis Maxime Hamou) meraih lehernya dan semua orang ... tertawa #muak," tulis anggota parlemen Hijau dalam Twitternya yang berbahasa Prancis.

Dikutip oleh Huffington Post Prancis, Thomas menggambarkan tindakan pemain tersebut "sejujurnya tidak menyenangkan".

"Andai saja itu bukan tayangan secara langsung, saya akan menjotosnya."

Hak atas foto EUROSPORT
Image caption Hamou, tengah, mencoba untuk mencium leher Thomas saat dia membungkuk.
Hak atas foto EUROSPORT
Image caption Dia berulang kali berupaya untuk menciumnya selama wawancara berlangsung.

Dalam sebuah pernyataan di Facebook pada hari Selasa, Hamou berkata: "Saya mennyampaikan permintaan maaf saya yang mendalam kepada Maly Thomas jika dia merasa terluka atau terkejut dengan sikap saya selama wawancara."

"Saya baru saja menghabiskan sepekan yang luar biasa di Roland Garros dan saya meluapkan antusiasme saya yang berlebihan terhadap Maly, yang saya kenal dan hormati dengan tulus.

"Saya masih belajar setiap hari dari kesalahan saya untuk menjadi petenis yang lebih baik dan orang yang lebih baik."

Eurosport menyambut permintaan maafnya dan menyampaikannya kepada "setiap pemirsa yang mungkin telah terpengaruh" oleh siarannya.

"Kami dengan tulus menyesalkan peristiwa yang terjadi saat wawancara kemarin malam," kata pihak Eurosport dalam sebuah pernyataan.

"Perilaku orang yang diwawancarai sangat tidak pantas dan kami tidak memaafkan perilaku seperti itu dengan cara apa pun."

Pada bulan Januari 2016, petenis West Indies Chris Gayle, menuai banyak kecaman setelah dia meminta reporter TV untuk berkencan dalam wawancara yang disiarkan langsung.

Dia kemudian didenda sebesar US$7.200 (atau sekitar Rp95 juta) oleh klubnya atas "perilaku yang tidak tepat".

Ini bukan kali pertama Hamou, petenis yang memeringkati urutan ke 211, menimbulkan kontroversi di Prancis Terbuka tahun ini.

Dia meninggalkan sebuah wawancara pada hari Jumat setelah seorang wartawan mengajukan pertanyaan yang janggal. Pada hari Senin, dengan berang ia juga memarahi wasit di lapangan, bertanya: "Bagaimana Anda (bisa ditugaskan) di sini?"

Topik terkait

Berita terkait