AS uji sistem penangkis rudal di tengah peningkatan ketegangan dengan Korea Utara

rudal balistik Hak atas foto Missile Defense Agency
Image caption Uji terbang alat pencegat berbasis di darat ketika diluncurkan dari pangkalan udara Vandenberg pada 2016.

Untuk pertama kalinya AS dengan sukses menguji sistem pertahanan terhadap rudal balistik interkontinental (ICBM), kata pejabat berwenang AS.

Mereka meluncurkan sebuah alat pencegat di pangkalan udara California dan menembak sebuah rudal balistik tiruan, kata Badan Pertahanan Rudal (MDA).

Pentagon mengatakan bahwa uji coba sudah lama direncanakan namun akhirnya dilaksanakan ditengah-tengah ketegangan dengan Korea Utara.

Uji coba dilakukan setelah Pyongyang menembakkan rudal yang ke-sembilan di tahun 2017 ini.

Wakil Direktur MDA Laksamana Jim Syring menyebut uji coba itu sebuah 'tonggak penting.'

"Sistem ini sangat penting bagi pertahanan negara kita, dan uji coba ini menunjukkan bahwa kita memiliki pencegah yang handal dan kredibel dalam menghadapi ancaman yang sangat nyata," katanya pada Selasa (30/5).

Itu adalah uji coba langsung-tembak pertama terhadap sebuah ICBM yang disimulasikan untuk Pertahanan Rudal Berbasis di Darat (GMD).

Alat pencegat darat yang diluncurkan dari pangkalan udara Vandenberg, bertabrakan dengan sebuah rudal tiruan yang diluncurkan dari atol Kwajalein di Kepulauan Marshall di Samudera Pacific, kata badan pertahanan tersebut dalam sebuah rilis berita.

Beberapa waktu lalu Korea Utara melakukan uji rudal ke-tiga dalam tiga minggu.

Rudal itu meluncur sejauh 450km sebelum akhirnya mendarat di perairan Jepang, yang mengakibatkan protes oleh pihak Jepang.

Pyongyang telah berulang kali melanggar resolusi PBB yang melarang semua aktivitas nuklir dan rudal, dan telah mempercepat uji cobanya dalam beberapa bulan terakhir.

Presiden Donald Trump bersama Korea Selatan dan Jepang mengutuk uji coba tersebut.

"Korea Utara telah menunjukkan sikap tidak hormat kepada tetangganya, Cina, dengan kembali menembakkan rudal balistik... namun Cina berusaha keras (menanganinya!" cuit Trump pada hari Senin.

Berita terkait