Hillary Clinton diminta senator Demokrat untuk 'melangkah ke depan'

Clinton Hak atas foto Getty/Drew Angerer
Image caption Hillary Clinton juga mengaku dia sebagai 'korban dari asumsi meluas bahwa dia akan menang'.

Hillary Clinton diminta bahwa saatnya untuk 'bergerak maju' setelah dia menambah para pejabat partai dalam daftar yang ditudingnya menyebabkan kekalahan dalam pemilihan presiden 2016.

Senator Partai Demokrat, Al Franken mengatakan kepada Yahoo News, "Saya kira dia punya hak untuk menganalis yang terjadi tapi kita harus melangkah ke depan."

Clinton pekan ini menyalahkan data pemilih dari Komite Nasional Demokrat, DNC, sebagai 'biasa hingga buruk'. Selain itu, dia juga menuding FBI, Rusia, dan media.

Hak atas foto EPA/MICHAEL REYNOLDS
Image caption Al Franken mengatakan 'kita harus bergerak maju'.

Dalam sebuah konferensi di California, Rabu (02/06), Clinton mengatakan, "Saya mengambil tanggung jawab atas semua kebijakan yang saya ambil, namun bukan karena itu saya kalah."

Menurutnya, Partai Demokrat tidak membantunya begitu dia menjadi calon presiden dari partai.

"Saya mendapat nominasi, saya menjadi calon dari Partai Demokrat. Saya tidak mewarisi apapun dari Partai Demokrat. Maksud saya, nyaris bangkrut."

Clinton mengaku dia harus menyuntikkan uang ke partai tersebut.

"Saya kira saya juga menjadi korban dari asumsi yang meluas bahwa saya akan menang."

Hak atas foto Twitter
Image caption Presiden Donald Trump ikut menanggapi keluhan Hillary Clinton.

Namun Andrew Therriault -mantan direktur data DNC- meluapkan kemarahan kepada Clinton dalam serangkaian pesan Twitter yang kini sudah dihapus.

"Kawan-kawan data DNC: tuduhan hari ini adalah f****** bull**** dan saya harap kalian memahami kebaikan yang kalian lakukan terlepas dari omong kosong itu," tulisnya.

Dia juga menulis latar belakang tentang negara-negara bagian 'berayun' -yang belum memiliki pilihan pasti- seperti Michigan, Wisconsin, dan Pennsylvania yang tak berhasil direbut Clinton.

Hak atas foto AFP/LOGAN CYRUS
Image caption Clinton menyalahkan data pemilih dari Komite Nasional Demokrat, DNC, sebagai 'biasa hingga buruk'

Tim kampanye Clinton dikritik para pengamat politik karena tidak berkampanye lebih sering di negara-negara bagian 'berayun' yang penting tersebut.

"Timnya merasa mereka lebih tahu," kata Therriault.

Semenara Presiden Donald Trump menanggapi keluhan Clinton dengan kembali mencemooh musuh lamanya.

"Hillary Clinton yang tidak jujur sekarang menyalahkan semua orang kecuali dirinya sendiri, menolak untuk mengatakan dia adalah calon yang payah," tulis Trump di Twttter.

Berita terkait