Redam ambisi nuklir Korut, PBB sasar bos intelijen

korut Hak atas foto Reuters
Image caption Korea Utara menggelar serangkaian uji coba rudal selama beberapa bulan terakhir, semisal rudal balistik jarak menengah Pukguksong-2.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Korea Utara sebagai respons atas serangkaian uji coba rudal tahun ini.

Sanksi tambahan yang diberikan mencakup larangan perjalanan dan pembekuan aset terhadap empat entitas dan 14 pejabat, termasuk kepala operasi intelijen luar negeri Korut, Cho Il-u.

Pejabat lainnya yang masuk dalam daftar sanksi adalah sejumlah anggota senior Partai Pekerja Korut dan direksi perusahaan dagang yang mendanai program militer Korut.

Divisi roket strategis Korut, dua perusahaan dagang, dan Bank Koryo turut masuk dalam daftar. Bank Koryo diikutkan lantaran Dewan Keamanan PBB menuding bank tersebut terkait dengan unit Partai Pekerja yang mengelola keuangan pejabat-pejabat Korut, termasuk Kim Jong-un.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pemimpin Korut, Kim Jong-un, memantau langsung uji coba rudal.

Penjatuhan sanksi, yang disepakati 15 anggota Dewan Keamanan PBB, dilakukan setelah Amerika Serikat menggelar negosiasi selama beberapa pekan dengan Cina, sekutu utama Korut.

Walau telah mendapat berbagai sanksi melalui resolusi Dewan Keamanan PBB sejak 2006, Korut beberapa kali menggelar uji coba nuklir dan rudal.

Korut, di lain pihak, mengatakan program nuklir diperlukan sebagai alat pertahanan sekaligus penangkal agresi AS.

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Korut bahwa 'kesabaran strategis' Amerika terhadap ambisi nuklir Korut hampir berakhir.

Baru-baru ini Washington telah mengutus gugus tugas kapal induk ke Semenanjung Korea.

Berita terkait