Indonesia kecam serangan London yang tewaskan tujuh orang

Seorang pengguna media sosial mengunggah gambar seorang pria tergeletak di tanah dengan apa yang tampak seperti tabung melilit tubuhnya. Hak atas foto Gabriele Sciotto
Image caption Seorang pengguna media sosial mengunggah gambar seorang pria tergeletak di tanah dengan apa yang tampak seperti tabung melilit tubuhnya.

Indonesia mengecam serangan teror di London yang sejauh ini menewaskan tujuh orang dan mengakibatkan puluhan lainnya luka-luka. "Pemerintah Indonesia juga menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada korban dan keluarga, dan menegaskan kembali dukungan dan solidaritas kepada Pemerintah Inggris dalam upaya untuk memerangi terorisme dan aksi teror," tandas Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam sebuah pernyataan.

"KBRI di London telah melakukan koordinasi dengan otoritas keamanan setempat serta terus mengikuti perkembangan situasi. Pemerintah Indonesia menghimbau WNI yang berada di London dan Inggris untuk selalu waspada dan menghindari kawasan yang berpotensi menjadi sasaran aksi teror."

Disebutkan, sejauh ini tidak ada informasi WNI yang menjadi korban pada aksi teror tersebut. Namun WNI yang memerlukan, KBRI London menyediakan layanan Hotline:+44207881221235.

Sejauh ini, enam orang tewas dalam serangan terorisme di pusat kota London, dan tiga penyerang ditembak mati oleh polisi, kata Scotland Yard.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, juga "mengutuk serangan pengecut yang diarahkan pada warga sipil biasa di London."

Adapun Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut bahwa negerinya "berdiri bersama Inggri" dalam menghadapi serangan teror ini.

Hak atas foto H. Attai
Image caption Mobil van warna putih yang tampak di foto ini diyakini sebagai kendaraan yang digunakan untuk melakukan serangan.

Sementara itu Perdana Menteri Inggris Theresa May dan walikota London Sadiq Khan mengatakan bahwa mereka terus mengikuti secara seksama perkembangan seranga ini.

May mengatakan, "Pikiran kita bersama mereka yang terjebak dalam peristiwa mengenaskan ini."

Kantor perdana menteri mengatakan bahwa Theresa May, yang sedang berkampanye untuk pemilihan umum beberapa hari mendatang, kembali ke Downing Street No 10 untuk menerima arahan lebih lanjut dari petugas keamanan.

Walikota London Sadiq Khan mengatakan: "Ini adalah serangan yang pengecut dan disengaja menyasar warga biasa London dan wisatawan yang datang ke kota kami untuk menikmati Sabtu malam mereka. Saya mengutuknya sekeras-kerasnya."

Perdana Menteri Theresa May akan menggelar rapat darurat keamanan nasional, Cobra, yang akan dihadiri juga olek Sadiq Khan.

Di Twitter, pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn menggambarkan kejadian tersebut sebagai peristiwa "brutal dan mengguncangkan".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Para petugas spesialis senjata api dari satuan anti teror, dikerahkan di lokasi.

Saksi mata mengatakan kepada wartawan BBC Tom Symonds, mereka melihat sejumlah orang keluar dari van penyerang setelah menabrak orang-orang di jembatan dan berlari menuju Pasar Borough atau Borough Market.

Kemudian terdengar suara tembakan di daerah tersebut, sementara seorang pengguna media sosial mengunggah foto yang menunjukkan salah satu penyerang terbaring di tanah di luar sebuah pub di pasar makanan itu, dan tampak seakan sebuah tabung dililitkan ke tubuhnya.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
'Merunduk!' Polisi mengamankan berbagai bar.

Asisten Komisaris Polisi London Mark Rowley mengatakan: "Para tersangka telah dihadapi dan ditembak oleh polisi dalam waktu delapan menit setelah telepon pertama."

"Para tersangka mengenakan apa yang tampak seperti rompi berpeledak tapi rompi peledak ini ternyata merupakan hoax."

Dia mengatakan mereka masih menyelidiki segala sesuatunya, namun saat ini diyakini dalam serangan itu terlibat tiga orang pelaku.

Serangan tersebut terjadi hampir dua pekan setelah sebuah pemboman bunuh diri di akhir konser Ariana Grande di Manchester, yang menewaskan 22 orang.

Namun serangan penabrakkan dengan mobil sudah pernah terjadi pula di London, pada bulan Maret lalu, di Westminster Bridge, disusul penikaman petugas polisi di luar Parlemen. dalam kejadian itu, lima orang tewas.

Hak atas foto PA
Image caption Warga berlarian meninggalkan kawasan serangan, sebagaimana diserukan petugas.

'Van menabrak lima orang'

Wartawan BBC Tom Symonds mengatakan seorang petugas keamanan yang menjaga sejumlah pub di daerah Jembatan London mengatakan bahwa dia melihat empat orang ditikam oleh tiga penyerang.

Sedangkan wartawan BBC Holly Jones, yang berada di jembatan pada saat serangan tersebut, mengatakan sebuah van yang dikemudikan oleh seorang pria 'mungkin melaju sekitar 80 km per jam" sebelum menabrak sejumlah orang."

"Dia berbelok ke kanan saya dan kemudian menghantam sekitar lima atau enam orang. Dia menabrak sekitar dua orang di depan saya dan kemudian tiga lagi di belakang saya," kata Holly Jones kepada BBC News Channel. 

Hak atas foto PA
Image caption Para petugas bersenjata lengkap berjaga di sekitar lokasi kejadian.

Lima atau enam orang dirawat karena luka-luka setelah mobil itu naik trotoar dan menabrak mereka, kata wartawan BBC Holly Jones.

"Saya kira sekitar empat orang luka parah, mereka semua dirawat paramedis saat ini."

Dia mengatakan van itu datang dari arah pusat kota London dan menuju ke sisi selatan sungai.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sejumlah ambulans merawat dan mengangkut para korban terluka di London Bridge.

Wartawan BBC Holly Jones kemudian melaporkan bahwa melihat seorang pria ditangkap oleh polisi. Disebutkan, baju orang itu terlepas, dan ia diborgol .

Dia mengatakan di antara yang terluka terdapat seorang perempuan Prancis yang mengatakan kepadanya bahwa ia tidak tahu di mana dua orang yang bersamanya saat kejadian itu.

Seorang saksi mata lain, Will Orton mengatakan bahwa ia saat itu berada di sebuah pub di daerah itu dan melihat orang-orang berlarian masuk.

"Kami sungguh tidak tahu apa yang sedang terjadi," katanya.

"Kami pikir mungkin ada perkelahian atau sesuatu di luar. Tapi kemudian ada mungkin ratusan orang masuk ke dalam.

"Penjaga melakukan tugasnya dengan sangat baik, mereka menutup dan mengunci pintu dan menjaga semua orang yang berada di dalam. Ada kepanikan. Orang-orang mengatakan bahwa mereka menyaksikan ada orang-orang yang ditikam."

Berita terkait

Tautan inernet terkait

BBC tidak bertanggung jawab atas konten internet luar