Empat negara Arab putuskan hubungan diplomatik dengan Qatar

Emir of Qatar Tamim bin Hamad Al Thani attends the Arabic Islamic American Summit at King Abdul Aziz International Conference Center in Riyadh, Saudi Arabia on May 21, 2017. Hak atas foto Bandar Algaloud / Saudi Kingdom Council / Handout
Image caption Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, saat hadir dalam KTT Islam Arab - Amerika di Riyadh, Arab Saudi, 21 Mei 2017.

Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, yang mereka tuduh mendukung terorisme dan mendestabilisasi kawasan teluk.

Kantor berita Saudi mengatakan bahwa negeri itu telah menutup perbatasan dan memutuskan segala bentuk kontak melalui darat, laut dan udara.

Mereka mengutip pejabat Saudi yang mengatakan bahwa langkah-langkah itu 'untuk melindungi keamanan nasional dari bahaya terorisme dan ekstremisme.

Keempat negara itu menuding Qatar membantu kelompok-kelompok teroris, seperti Ikhwanul Muslimin

Mesir juga sudah menutup wilayah udaranya bagi seluruh transportasi Qatar, kata kementerian luar negeri.

Uni Emirat Arabmemberikan waktu 48 jam bagi para diplomat Qatar untuk meninggalkan negeri itu, Abu Dhabi menuding Doha 'mendukung, membiayai, membantu terorisme, ekstremisme, dan organisasi-organisasi sektarian," kata kantor berita negeri itu, WAM.

Hak atas foto Nadine Rupp/Getty Images
Image caption Doha, ibu kota Qatar, yang penuh dengan gedung modern pencakar langit.

Sementara kantor berita Bahrain menyebut, negeri itu memutus hubungan dengan Qatar yang mereka tuding 'mengguncang keamanan dan stabilitas Bahrain dan campur tangan dalam urusan dalam negeri Bahrain."

Koalisi militer pimpinan Saudi yang memerangi para pemberontak Houthi di Yaman juga mencoret Qatar dari aliansi itu, karena 'langkah-langkah Qatar yang memperkuat terorisme' dan dukungan Qatar terhadap kelompok 'seperti Al Qaida dan Daesh (ISIS), serta berhubungan dengan para milisi pemperontak," tulis kantor berita Arab Saudi, SPA.

Hak atas foto ARIM JAAFAR/AFP/Getty Images
Image caption Bandara Internasional Doha, Qatar.

Belum jelas bagaimana pengaruh pemutusan hubungan diplomatik ini pada operasi Watar Airways, maskapai penerbangan yang beberapa waktu terakhir ini banyak mengembangkan bisnisnya. Tapi jelas, ini merupakan pukulan berat bagi Qatar yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Belum ada tanggapan dari pihak Qatar terkait masalah ini.

Topik terkait

Berita terkait