Karyawan yang dipecat menembak mati lima teman kerja

Sherrif Jerry
Image caption Sheriff Jerry Demings dari Orange County mengatakan akan menanyai tujuh orang yang selamat dalam insiden penembakan tersebut.

Seorang karyawan yang uring-uringan karena dipecat, kembali ke perusahaan yang memecatnya dan menembak lima rekan sejawatnya, sebelum akhirnya bunuh diri, kata polisi.

John Robert Neumann, 45 tahun, membawa senapan semi otomatis dan pisau berburu saat memasuki kawasan bekas tempat kerjanya dekat Orlando, Florida, pada hari Senin pagi (5/6).

Pensiunan tentara AS itu dipecat pada bulan April lalu, kata polisi. Namun tidak ada petunjuk yang menyiratkan bahwa ia adalah anggota organisasi subversif atau teroris, tambah mereka.

Hak atas foto SEMINOLE COUNTY SHERIFF'S OFFICE
Image caption John Robert Neumann memiliki catatan tindak pidana ringan.

Sheriff Jerry Demings dari Orange County mengatakan, penembakan tersebut terjadi di Fiamma, sebuah pabrik pembuat tenda untuk rumah motor dan mobil kemping.

Sebagian besar korban ditembak di kepala, beberapa kali, tambahnya.

"Ia jelas sudah menentukan orang-orang yang akan ditembaki," kata Sheriff Demings.

Neumann mengisi kembali pistolnya setidaknya sekali selama mengamuk, kata sheriff.

Pria bersenjata itu memberi tahu seorang karyawan yang tidak ia kenal untuk meninggalkan tempat itu, dan membiarkan sekitar tujuh orang karyawan lainnya.

Hak atas foto AFP
Image caption Polisi tiba di lokasi hanya dalam beberapa menit.

Neumann - yang tinggal sendirian di kawasan tersebut - bunuh diri saat petugas polisi hendak memasuki gudang, kata sheriff.

Pihak berwenang mengatakan ia tidak punya izin untuk senjata tersebut.

Ia berhenti dengan hormat dari tentara pada tahun 1999 dan diketahui memiliki riwayat pelanggaran pidana ringan, seperti kepemilikan ganja dan mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Hak atas foto Reuters
Image caption Polisi menyegel tempat kejadian perkara.

Neumann pernah menyerang seorang karyawan pada tahun 2014, namun ia tidak dipidana, kata polisi.

Dalam sebuah pernyataan, Gubernur Florida Rick Scott mengutuk aksi ini sebagai sebuah "tindakan kekerasan yang tidak berperikemanusiaan".

"Tahun lalu, masyarakat Orlando pernah mengalami peristiwa seperti ini," katanya.

Penembakan itu terjadi seminggu sebelum perayaan setahun penembakan di klub malam Pulse yang menewaskan 49 orang di Orlando.

Dalam peristiwa serangan Juni lalu, penembakan paling mematikan dalam sejarah modern AS, seorang pria bersenjata bernama Omar Mateen membunuh 49 orang dan melukai puluhan lainnya di sebuah klub malam gay sebelum ditembak mati oleh polisi.

Topik terkait

Berita terkait