Aktivis gerakan 'perempuan menyetir' Arab Saudi ditahan lagi

Perempuan di Saudi Hak atas foto FAYEZ NURELDINE/AFP/Getty Images
Image caption Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia ini yang melarang perempuan untuk mengemudi dan jika naik mobil, di kursi belakang, juga harus bersama suami atau saudara.

Seorang pegiat perempuan Arab Saudi yang pernah ditahan 73 hari karena melanggar larangan mengemudi bagi perempuan, ditangkap lagi.

Loujain al-Hathloul ditangkap di Bandara Internasional Raja Fahd di Dammam, Minggu (04/06), ungkap lembaga pemantau hak asasi manusia (HAM), Amnesty International.

Disebutkan, Hathloul tidak mendapatkan akses untuk menghubungi pengacara atau keluarganya.

Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia ini yang melarang perempuan untuk mengemudi.

Pihak berwenang belum menjelaskan apa alasan penangkapan kali ini.

Hathloul diperkirakan dibawa ke Riyadh Selasa (06/06) untuk diinterogasi oleh para jaksa.

"Tampaknya ia kembali disasar karena apa yang dilakukannya secara damai sebagai seorang pegiat HAM yang berbicara tentang hak-hak perempuan, yang terus dikungkung di kerajaan Arab Saudi," kata Samah Hadid.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Video tentang perempuan Arab yang juga menghebohkan.

Kendati secara teknis bukan merupakan hal yang ilegal bagi perempuan untuk menyetir, namun hanya kaum pria yang bisa mendapatkan SIM. Perempuan yang mengemudi di jalanan umum menghadapi risiko ditangkap dan didenda.

Hathloul ditangkap dan ditahan Desember tahun 2014 tatkala ia berusaha mengemudikan mobil sendiri dari negara tetangga, Uni Emirat Arab, ke Arab Saudi.

Hak atas foto Dewan Anak Perempuan Qassim
Image caption Tahun lalu, Arab Saudi meresmikan pembentukan Dewan Anak Perempuan di Qassim, namun tak satu pun perempuan hadir atau menjadi pengurus.

Bulan November 2015, Hathloul ikut mencalonkan diri dalam pemilihan umum, pertama kalinya di negara Islam konservatif itu perempuan berhak memilih dan dipilih.

Namun nyatanya, nama Hathloul tak tercantum di kertas suara.

Topik terkait

Berita terkait