Presiden Donald Trump mengaku berperan dalam pengucilan Qatar

Trump Hak atas foto EPA
Image caption Presiden Trump melakukan lawatan ke Timur Tengah belum lama ini dan bertemu dengan pemimpin Arab Saudi dan Mesir, dua dari tujuh negara yang sekarang memutus hubungan dengan Qatar.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menunjukkan sikap dalam krisis Qatar yang dikucilkan beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Mesir.

Dalam serangkaian cuitan hari Selasa (06/06), Presiden Trump dengan tegas memposisikan diri membela Saudi, dengan mengatakan isolasi Qatar -yang dituduh mendanai kelompok-kelompok ekstrem- bisa menjadi awal dari berakhirnya dampak buruk yang diakibatkan oleh terorisme.

"Dalam kunjungan saya ke Timur Tengah baru-baru ini saya tegaskan bahwa tidak boleh ada lagi pendanaan bagi ideologi radikal," kata Presiden Trump

Ia kemudian menulis, "Senang melihat bahwa lawatan (saya di) Arab Saudi dan (pertemuan dengan raja Saudi) ... telah membuahkan hasil."

"Mereka mengatakan akan mengambil sikap yang tegas terkait pendanaan ... ekstremisme dan semuanya mengarah ke Qatar. Mungkin ini awal dari berakhirinya horor terorisme."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pemutusan hubungan diplomatik antara lain berdampak pada operasional maskapai penerbangan Qatar Airways.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman al-Thani, kepada BBC mengatakan bahwa pemerintah Qatar sudah menyampaikan pesan ke Presiden Trump saat melawat ke Timur Tengah belum lama ini bahwa mereka siap duduk bersama dan membahas tuduhan-tuduhan yang selama ini dialamatkan ke Qatar.

Saat memberikan wawancara kepada stasiun televisi al-Jazeera, Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman al-Thani mengatakan pemerintahnya menginginkan 'dialog yang terbuka dan jujur.'

Ia mengatakan Qatar 'tidak akan melakukan balas dendam namun kecewa dengan negara-negara di kawasan yang mencoba memaksakan kehendak ke Qatar atau yang mencampuri urusan dalam negeri negara lain'.

Dalam upaya meredakan kawasan, pemimpin Kuwait terbang ke Saudi untuk mencari solusi atas krisis ini.

Topik terkait

Berita terkait