Berlian seharga Rp170.000 di pasar loak, terjual Rp11 miliar di pelelangan

Berlian Hak atas foto SOTHEBY'S
Image caption Berlian ini diyakini dipotong pada abad ke-19, namun tidak ada yang tahu bagaimana batu perhiasan itu bisa berada di tempat penjualan barang bekas.

Sebuah cincin berlian yang dibeli di lapak barang bekas seharga £10 (atau sekitar Rp102 ribu), terjual di sebuah balai lelang di London seharga £656,750 (atau sekitar Rp11 miliar).

Awalnya balai lelang Sotheby's memperkirakan perhiasan itu bisa terjual senilai £350,000 (atau sekitar Rp6 miliar), namun di luar dugaan, ternyata terjual dengan harga dua kali lipat saat lelang Rabu (7/6).

Saat membelinya di lapak loakan di London barat, pada 1980-an, si pemilik cincin yakin bahwa batu dengan 'ukuran tak lazim' ini sekadar perhiasan imitasi. karena ditumpuk bersama benda-benda lain yang kusam.

Ia tak menyadari bahwa berlian ia kenakan selama beberapa dasawarsa itu itu memiliki nilai 26 karat.

Diperkirakan berlian putih berbentuk bantal itu berasal dari abad ke-19.

Jelang acara lelang, kepala pelelangan yang menangani bagian perhiasan di London, Jessica Wyndham, mengatakan sang pemilik memakainya untuk berbelanja, dan juga kegiatan sehari-hari. Itu adalah cincin yang bagus.

"Tak ada seorang pun yang tahu bahwa berlian itu mempunyai nilai intrinsik. Mereka menikmatinya selama ini."

Wyndham mengungkapkan pemilik cincin - yang tidak ingin disebutkan namanya - berpendapat bahwa berlian itu bukan batu permata asli karena berada di tumpukan perhiasan yang 'kusam' dan tidak memancarkan kilau berlian.

Setelah sekitar 30 tahun mengenakan cincin tersebut, si pemilik kemudian membawanya ke balai lelang Sotheby setelah seorang pembuat perhiasan mengatakan bahwa mungkin cincin berlian itu memiliki nilai.

Serba serbi penjualan barang bekas

Usai membeli vas bunga antik seharga £10 (atau sekitar Rp170 ribu) di lapak barang bekas, seorang warga kota Hampshire memutuskan untuk menjualnya di situs lelang eBay.

Ketika tawaran melonjak sampai £10.000 (atau sekitar Rp170 juta), ia pun menariknya - dan mencari bantuan profesional untuk mengidentifikasi apa yang sudah ia beli.

Vas bunga seharga Rp170 ribu itu, sebenarnya, merupakan barang antik, yang diperkirakan dibuat di Istana Kekaisaran Beijing sekitar 220 tahun yang lalu.

Hak atas foto WOOLLEY AND WALLIS
Image caption Bagian bawah dari vas itu sudah terlihat rusak, tapi masih laku terjual lebih dari dua kali lipat dari harga yang diperkirakan.

John Axford, peneliti benda-benda seni Asia di tempat pelelangan Woolley & Wallis, membenarkan 'investasi unggulan' tersebut memiliki empat karakter dari Qianlong - kaisar keenam dinasti Qing - dan dibuat di pabrik istana antara tahun 1736 dan 1795.

Vas antik itu lalu dijual di Salisbury pada bulan November 2016 dengan harga £61.000 (sekitar Rp1 miliar), termasuk premi pembeli. Harga tersebut diperkirakan naik dua kali lipat dari yang yang ditaksir sebelumnya yaitu sekitar £30,000 (atau Rp506 juta)

Perhiasan menarik lain yang bisa dilihat dalam acara lelang di Sotheby adalah bros berlian Cartier yang dikenakan oleh Margaret Thatcher.

Bros itu ia kenakan saat mengajukan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri kepada sang Ratu.

Dengan pola berbentuk huruf V, bros yang awalnya diperkirakan akan mencapai harga £35.000 (atau sekitar Rp590 juta), akhirnya terjual seharga £81,250 (atau sekitar Rp1,3 miliar).

Image caption Thatcher mengenakan bros tersebut saat ia meninggalkan Downing Street.

Hasil penjualan itu akan disumbangkan untuk kepentingan amal.

"Sungguh mengasyikkan bisa mengetukkan palu ke dua benda yang menjadi perhatian dari orang-orang yang berminat selama beberapa minggu terakhir dan melihat minat itu diterjemahkan ke dalam kompetisi penawaran yang begitu kuat." tutur Wyndham.

Topik terkait

Berita terkait