Pemilu Inggris: 14 hal yang mungkin Anda luput

Bukan hal yang gampang untuk mengetahui segalanya terkait pemilihan umum dini Inggris yang berpasang-surut dalam hal fakta-fakta, statistik, dan suasana.

Di balik berita-berita utama yang muncul cepat dan seketika, inilah 14 hal yang barangkali saja terluputkan dari perhatian Anda.

1. Nama-nama besar yang jadi korban

Partai Nasional Skotlandia (SNP) menderita kekalahan terbesar. Mantan pemimpinnya, Alex Salmond, menteri utama atau Perdana Menteri Skotlandia antara tahun 2007 dan 2014, kehilangan kursinya oleh calon dari Partai Konservatif Skotlandia.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Kekesalan Nick Clegg saat kehilangan kursinya.

Pemimpin SNP di Westminster, Angus Robertson, juga kehilangan kursi dari daerah pemilihan (dapil) Moray ke tangan kandidat Partai Konservatif atau dikenal juga sebagai Tory.

Mantan pemimpin Demokrat Liberal yang juga mantan wakil PM, Nick Clegg, juga terpental.

Clegg tampak sangat kesal saat kehilangan kursinya di dapil Sheffield Hallam, yang telah didudukinya selama 12 tahun, direbut Partai Buruh.

Tapi kekalahannya sepertinya tidak mengejutkan banyak orang. "Siapa Nick Clegg?" Adalah salah satu pertanyaan tren teratas di Google Inggris sepanjang malam.

2. Orang-orang ternyata datang ke TPS

Jumlah pemilih kali ini tertinggi sejak 1997, naik 2% dari Pemilu 2015, menjadi 69%.

3. Jeremy Corbyn menarik pemilih muda

Sepertinya Partai Buruh berhasil membujuk pemilih muda untuk datang ke TPS, dan memilih partai tersebut.

Hak atas foto PA
Image caption Jeremy Corbin dalam pemilu pertama sejak memimpin Partai Buruh.

Di daerah pemilihan yang banyak dihuni pemilih berusia 18 sampai 24 tahun, muncul kecenderungan tinggi untuk memilih Partai Buruh, kata pakar politik John Curtice.

Para pemilih yang datang ke TPS juga meningkat di dapil yang berpopulasi orang muda dan suara Partai Buruh tampaknya yang paling melonjak di daerah pemilihan yang paling banyak didatangi pemilih.

4. Jumlah anggota perempuan tertinggi dalam sejarah

Jumlah anggota parlemen perempuan yang terpilih, mencapai rekor tertinggi. Akan ada lebih dari 200 perempuan di Parlemen kali ini, melebihi jumlah 196 wanita yang terpilih pada tahun 2015.

Sekitar 30% kandidat adalah perempuan, naik dari rekor sebelumnya sebesar 26% di tahun 2015. Namun jumlah aktual perempuan yang menjabat turun dari 1.036 menjadi 983.

5. Ruth Davidson calon Tory paling sukses

Perdana Menteri Theresa May mungkin mengalami malam yang mengerikan, namun pemimpin Konservatif Skotlandia, Ruth Davidson, telah berhasil mewujudkan salah satu kisah sukses terbesar sejarah politik Inggris mutakhir.

Hak atas foto Getty Images

Seluruh anggota parlemen Tory Skotlandia tergusur pada 1997 oleh Partai Buruh yang saat itu dipimpin Tony Blair dan nyaris tergerus lagi pada tahun 2015 ketika SNP menyapu kekuasaan di 56 dari 59 konstituensi di Skotlandia.

Satu-satunya calon Tory yang lolos saat itu terpilih oleh keunggulan hanya beberapa ratus suara.

Sekarang mereka kembali. Konservatif memenangkan 13 kursi di Skotlandia - penampilan terbaik partai ini di Skotlandia sejak 1983. SNP saat ini menduduki 34 kursi.

6. Sunderland kehilangan posisi podium

Sunderland secara historis selalu merupakan tempat pertama untuk penghitungan dan pengumuman hasil Pemilu. Tapi tahun ini kalah oleh Newcastle dalam pertarungan dengan tetangganya itu untuk menjadi yang pertama.

Hak atas foto Getty Images

Hasil di Newcastle Central diumumkan pertama kali pada pukul 23:01 BST (05:01 WIB), disusul Houghton dan Sunderland South sembilan menit kemudian.

Sunderland yang dalam enam pemilu terakhir selalu menjadi tercepat, kali ini tergeser.

7. Terpilih: Anggota parlemen Sikh perempuan pertama

Hak atas foto PA

Terpilihnya Preet Kaur Gill menandai keberhasilan Partai Buruh untuk mempertahankan kursi partai di Birmingham Edgbaston. Dan ia pun menjadi anggota parlemen Sikh perempuan yang pertama di Inggris.

Perempuan berusia 44 tahun itu mengatakan bahwa semangatnya terhadap politik terinspirasi oleh almarhum ayahnya dan teman dekatnya Lord King, yang menjadi orang Sikh pertama di parlemen Inggris.

Sejak tahun 1953, kursi Birmingham Edgbaston terus-menerus diwakili oleh perempuan, baik dari Partai Konservatif mapun Partai Buruh.

8. Jangan-jangan ini merupakan pemilu Brexit

Partai Buruh tambil bagus di dapil yang memilih untuk Tetap (Remain) di UE saat referendum Brexit. Suara Tory cukuk kokoh di dapil yang kuat memilih Tinggalkan (Leave), tapi jauh lebih sedikit dibanding perolehan Partai Buruh.

Pergeseran ke Partai Buruh di kursi yang dimenangkan Tetap dengan lebih dari 55% saat Referendum 2016 adalah rata-rata tujuh poin, sementara di dapil yang memilih Tinggalkan dengan lebih dari 60% saat Referendum, dimenangkan Tory dengan keunggulan 1%, menurut Profesor Curtice.

9. Jeremy Corbyn tampil dengan high-five paling canggung

Hak atas foto Reuters

Pemimpin Partai Buruh ini mungkin yang paling berhasil di malam itu, namun ia mesti berlatih lagi untuk melakukan high five, salam kegembiraan khas yang saling menepukkan lima jari kanan antara dua orang.

Sebuah gambar menunjukkan Menlu bayangan Emily Thornberry seakan mendapat tepukan di dada.

10. Theresa May berhadapan dengan yang disebut Lord Buckethead (kepala ember)

May mendapatkan lawan yang tidak biasa di konstituennya di Maidenhead: Lord Buckethead (mungkin kalau di Jawa Tengah, dia akan dinamakan Tumenggung Kepala Ember), yang memenangkan 249 suara.

Hak atas foto EPA

Ini bukan pertama kalinya bangsawan kepala ember itu mencoba menjadi anggota parlemen.

Pada tahun 1987, Lord Buckethead maju melawan Margaret Thatcher di Finchley, memenangkan 131 suara. Dan pada tahun 1992, dia maju melawan perdana menteri John Major.

Lord Buckethead bukanlah satu-satunya orang aneh yang tampil satu panggung PM May. Ada pula Bobby "Elmo" Smith, yang tampak dalam foto di atas, yang mendapat tiga suara.

11. Keunggulan terkecil hanya dua suara

Pertarungan untuk dapil Richmond Park - antara calon Konservatif, Zac Goldsmith dan calonLib Dem, Sarah Olney - hanya berjarak 45 suara setelah dua kali penghitungan ulang, yang dimenangkan calon Konservatif.

Tapi ada pertarungan yang lebih ketat lagi di Skotlandia. SNP tetap menguasai kursi Fife North East, setelah menang dengan keunggulan hanya dua suara atau 0,005% suara, setelah dilakukan tiga penghitungan ulang.

12. Nigel Farage mungkin kembali ke politik

Farage mengundurkan diri sebagai pemimpin partai kanan Inggris UKIP, pada Juli lalu, namun dia mengatakan bahwa dia tidak punya pilihan lain kecuali kembali ke garis depan politik jika Brexit berada di bawah ancaman.

Ini bukan pertama kalinya pemimpin UKIP berputar balik.

Dia pernah mengundurkan diri setelah gagal meraih kursi pada tahun 2015, namun kemudian memutuskan bahwa dia "berutang kepada partai itu untuk tetap" menjadi pemimpin UKIP.

13. Ada lonjakan minat terhadap DUP

Partai Persatuan Demokratik (DUP) memusatkan kampanye pemilu 2015 di seputar gagasan bahwa anggota parlemen mereka mungkin bisa menjadi penentu siapa yang berkuasa.

Tapi itulah tampaknya posisi 10 anggota parlemen DUP yang baru terpilih di parlemen yang menggantung sekarang ini.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Arlene Foster, pemimpin DUP, merayakan terpilihnya 10 calon mereka.

Para tokoh senior DUP menunjukkan antipati mereka terhadap Jeremy Corbyn karena hubungannya di masa lalu dengan Sinn FĂ©in namun Theresa May -atau siapa pun yang menggantinya di Konservatif- bisa menjadi mitra, karena keduanya pro-Brexit dan berspektrum kanan atau tengah untuk berbagai masalah.

Masih terlalu dini untuk menduga apakah mereka dapat membangun koalisi formal atau suatu penyusunan "kepercayaan dan kesepakatan" yang lebih informal, kata sebuah sumber.

Situs internet DUP ambruk hari Jumat pagi menyusul lonjakan peminat. DUP juga merupakan salah satu istilah yang paling dicari di Google.

14. Politik dua partai telah kembali

Politik Inggris telah kembali ke sistem dua partai dalam skalanya yang terbesar sejak tahun 1970-an.

Pada tahun 2015, UKIP meraup 12,6% suara pemilih, sementara SNP memenangkan 56 dari 59 kursi. Tahun ini, perolehan suaranya adalah Konservatif 42%, Buruh 40%, Lib Dems 7%, UKIP 2% dan Greens 2%.

SNP tetap menjadi partai terbesar di Skotlandia namun Konservatif merebut 12 kursi dari mereka sejauh ini, sementara Partai Buruh telah memenangkan tujuh dan Lib Dems meraih tiga kursi.

Topik terkait

Berita terkait