AS minta negara-negara Teluk longgarkan blokade terhadap Qatar

qatar Hak atas foto Reuters
Image caption Seorang pria Palestina menggendong anaknya sembari memegang bendera Qatar dalam aksi mendukung Qatar di Jalur Gaza.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, meminta negara-negara Teluk melonggarkan blokade terhadap Qatar, yang dituding Arab Saudi sebagai negara pendonor terorisme.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, dan Bahrain telah memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Pemutusan itu juga disertai larangan bagi maskapai Qatar Airways menggunakan ruang udara keempat negara tetangga.

Adapun warga negara Qatar diberi waktu selama dua pekan untuk meninggalkan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, dan Bahrain. Sebaliknya, warga keempat negara tersebut dilarang bepergian ke Qatar.

Blokade itu, menurut Tillerson, berdampak pada sisi kemanusiaan.

"Ada konsekuensi kemanusiaan dari blokade ini. Kami menyaksikan adanya kekurangan pangan, keluarga terpaksa berpisah, dan anak-anak ditarik dari sekolah-sekolah," kata Tillerson.

Aksi pemutusan hubungan diplomatik dan perjalanan ini juga berdampak pada kerja sama regional dalam memerangi ekstremisme. Qatar merupakan tempat pangkalan udara terbesar AS di kawasan Teluk yang menampung sekitar 10.000 serdadu.

Blokade tersebut, kata Tillerson, "mencederai aktivitas AS dan bisnis internasional lainnya di kawasan". Untuk itu, Tillerson menambahkan bahwa AS mendukung upaya mediasi yang digelar Kuwait.

Hak atas foto EPA
Image caption Presiden AS Donald Trump menuding Qatar mendanai terorisme dan meminta Qatar berhenti melakukannya.

Meski mendukung upaya Qatar untuk membatasi pendanaan untuk kelompok-kelompok teror, Tillerson mengatakan masih banyak yang harus dilakukan. Hal ini sejalan dengan ucapan Presiden AS Donald Trump.

"Saya memutuskan dengan Rex Tillerson bahwa saatnya tiba untuk menyeru kepada Qatar agar berhenti mendanai dan menyokong ideology ekstremis. Berhenti mengajari orang untuk membunuh orang lain…Kami ingin Anda kembali ke persatuan negara-negara," ujar Trump.

Akhiri hubungan

Sebelumnya, Arab Saudi menyatakan Qatar harus memutus hubungan dengan kelompok Hamas di Jalur Gaza dan Ikhwanul Muslimin di Mesir jika ingin blokade diakhiri.

Arab Saudi dan tiga negara lainnya mengeluarkan daftar berisi 49 orang—termasuk pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, Yusuf al-Qaradawi—serta 12 kelompok yang dituduh terkait milisi.

Qatar menanggapi dengan mengatakan daftar tersebut menguatkan "tuduhan tidak berdasar".

Menlu Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menilai negaranya dikucilkan "karena kami sukses dan progresif" seraya menyebut negaranya merupakan "tempat perdamaian bukan terorisme".

Berita terkait